16 Oktober, Relawan Anies akan Banjiri Ibu Kota

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Ist
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Ist

MINGGU, 16 Oktober 2022, masa bakti Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta selesai. Lima tahun Anies telah bekerja dan menuntaskan tugasnya di Jakarta.

Hasilnya? Sebanyak 70 persen lebih warga DKI puas. Ini hasil survei. Silahkan anda datang sendiri ke ibu kota, dan lihatlah perubahannya. Data perubahan itu anda bisa googling dan cek di media. Gunakan kaca mata objektif untuk melihatnya. Supaya anda tidak terkontaminasi oleh friksi politik.

Anies Baswedan akan pamitan. Pagi sekitar jam 09.00 Tanggal 16 Oktober 2022 disiapkan panggung di depan kantor Balai Kota DKI Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan untuk Anies "Pidato Pamitan". 

Catat: hari Minggu, jam 09.00, tanggal 16 Oktober 2022. Di hari dan tanggal ini, Anies rencana "Pidato Pamitan" di Balai Kota.

Para tokoh nasional dan lokal, agamawan, pimpinan ormas dan orang-orang penting lainnya akan hadir ikut mendampingi Anies pamitan di Balai Kota.

Akan ikut hadir pula para relawan. Mereka akan membanjiri halaman Balai Kota DKI Jakarta. Diperkirakan akan hadir puluhan hingga ratusan ribu relawan dari berbagai simpul yang jumlahnya lebih dari 100 simpul.

 Mereka akan hadir dan menyaksikan pidato terakhir Anies sebagai Gubernur DKI. Pidato ucapan terima kasih kepada para pihak dan seluruh warga DKI yang ikut ambil peran dan berkolaborasi membangun Ibu Kota Jakarta. 

Info yang santer beredar, tidak hanya warga DKI atau Jabodetabek yang hadir di Balai Kota. Para pendukung Anies dari berbagai daerah juga kabarnya akan ikut hadir. Mereka akan naik bus, kereta dan sebagian naik pesawat.

Setelah acara pamitan di Balai Kota, para relawan akan mengantar Anies ke rumah kediamannya di Lebak Bulus Jakarta Selatan. 

Sebuah rumah mungil dan sederhana yang terletak di tanah perengan, lengkap dengan gang sempit untuk sampai rumah tersebut. Bisa untuk simpangan sepeda motor, tapi tidak bisa untuk simpangan mobil.

Ini pamitan yang istimewa. Pamitan yang tidak biasa. Pamitan heroik. Pamitan yang disambut puluhan hingga ratusan ribu massa pendukung. 

Belum pernah terjadi di sepanjang sejarah sebuah pamitan seheroik ini. Beranikah Jaya Suprana, seorang warga keturunan yang berwajah toleran dan egaliter ini memberikan hadiah MURI? Syarat untuk dapat hadiah MURI sudah terpenuhi. Tinggal keberanian Pak Jaya, panggilan akrab Jaya Suprana.

Pamitan Anies bukan pamitan untuk purna bakti dan istirahat. Tidak! Tapi ini pamitan untuk bekerja dan berbakti kembali kepada Ibu Pertiwi. Ini pemitan dari satu tugas untuk menerima tugas berikutnya. Tugas yang lebih besar dari sebelumnya. Yaitu tugas mulia menjadi "Presiden Republik Indonesia". 

Sampai di kediaman Lebak Bulus, rakyat akan memanggil Anies kembali untuk siap-siap mengambil tugas yang lebih besar dan lebih berat yaitu menjadi Presiden Republik Indonesia ke-8. 

2024 sudah dekat. Bahkan terasa sangat dekat. Rakyat ingin Anies bersiap-siap mengambil amanah untuk mengurus bangsa ini kedepan. 

Anies, Indonesia memanggilmu untuk menjadi Presiden. Teriakan ini yamg kemungkinan akan menggema di pendopo dan gang sempit rumah Anies di Lebak Bulus tersebut. []

Penulis adalah pemerhati sosial politik