2 Eks Gubernur DKI Ini Cocok Masuk Kabinet Jokowi

Ketua Dewan Pakar DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jakarta Raya, M Rico Sinaga/Ist
Ketua Dewan Pakar DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jakarta Raya, M Rico Sinaga/Ist

Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut-sebut akan melakukan reshuffle atau perombakan kabinet dalam waktu dekat. Hal itu menyusul akan digabungnya Kemenristek dengan Kemendikbud dan penambahan Kementerian Investasi.


Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, kemungkinan reshuffle kabinet itu bisa dilakukan Jokowi pada pekan ini. Hal ini supaya sang menteri bisa cepat bekerja.

Keinginan Jokowi melebur Kemenristek dengan Kemendikbud serta membentuk Kementerian Investasi diketahui telah mendapat restu dari DPR RI pada pekan lalu.

Ketua Dewan Pakar DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jakarta Raya, M Rico Sinaga merespon positif wacana reshuffle Kabinet Indonesia Maju.

"Ganti saja menteri-menteri yang prestasinya jeblok," kata Rico saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJakarta, Rabu (14/4).

Menurut Rico, mempertahankan menteri-menteri dengan kualitas minim berpotensi mengganggu ritme kabinet yang sudah mulai berlari kencang di masa pandemi Covid-19 ini.

Untuk menggantikan menteri-menteri minim prestasi, menurut Rico, Presiden Jokowi bisa mempertimbangkan memilih tokoh-tokoh yang merupakan alumni GMNI.

Rico menilai, setidaknya ada tiga alumni GMNI yang bisa menjadi pembantu Jokowi.

Ketiganya adalah eks Plt Gubernur DKI Jakarta, Soni Sumarsono; eks Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah.

"Ketiga alumni GMNI digaransi sangat berkualitas dan mempunyai formula bagus untuk cepat mewujudkan janji-janji kampanye Jokowi," demikian kata Rico. []