2 Polisi Penembak Laskar FPI Terancam Pidana 15 Tahun

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono/Net
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono/Net

Kasus pembunuhan di luar hukum atau unlawful killing terhadap 4 laskar FPI pengawal Habib Rizieq Shihab yang telah bergulir selama hampir 4 bulan akhirnya menemui titik terang.


Pada Selasa kemarin (6/4), Bareskrim Polri resmi menetapkan 3 anggota Polda Metro Jaya sebagai tersangka penembak 4 laskar FPI.

Bareskrim menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 351 KUHP.

“Tetap seperti kemarin Pasal 338 juncto Pasal 351 KUHP,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono yang dikutip redaksi, Rabu (7/4).

Meski demikian, Rusdi menolak mengungkapkan inisial dua tersangka lainnya ke publik.

“Nanti akan disampaikan,” kata Rusdi.

Sebelumnya, 1 dari 3 anggota Polda Metro Jaya terduga pembunuhan di luar hukum ke-4 pengawal Habib Rizieq tewas di Tangerang Selatan pada 4 Januari lalu. 

Laporan terhadap anggota polisi berinisial EPZ atau Elwira Pryadi Zendrato dihentikan karena ia meninggal dunia.

Kasus unlawful killing sendiri ditangani Polda Metro Jaya, Komnas HAM, dan Bareskrim Polri. 

Bahkan Presiden Joko Widodo sempat memberi perhatian pada kasus itu.

Sementara bunyi Pasal 338 KUHP yang disangkakan terhadap dua anggota Polda Metro Jaya,  yakni: Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Lalu untuk Pasal 351 KUHP berbunyi: (1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

(3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

(4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.

(5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.[]