Waduh, Penyerapan Anggaran Era Jokowi Hingga Djarot di Bawah 50 Persen

RMOL. Sejak tampuk kekuasaan Pemprov DKI Jakarta berganti pada 2012, ternyata penyerapan anggaran terbilang rendah. Rata-rata penyerapan anggaran hanya 50 persen.


Padahal selama lima tahun terakhir, ibukota dipimpin oleh tiga gubernur yakni Joko Widodo (Jokowi), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Karena itulah, menjelang lengsernya Djarot, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik mendorong Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Unit Kerja Perangkat Daerah (SKPD dan UKPD) meningkatkan kinerja dengan memaksimalkan penyerapan anggaran.

"Saya minta ke depan tidak ada lagi alasan serapan rendah karena kesalahan penginputan belanja dan nomenklatur. Apalagi salah kode rekening," kata Taufik, Jumat (22/9).

Menurut Taufik, rendahnya serapan anggaran sejumlah SKPD dan UKPD dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2017 dengan angka di bawah 50 persen, akan berdampak langsung kepada masyarakat.

"Ini akan berdampak signifikan di lapangan. Pelayanan publiknya pasti berkurang," ujar politisi Partai Gerindra ini.

Tak hanya itu, Taufik juga mengimbau SKPD memperbaiki sistem penganggaran agar tidak terjadi lagi duplikasi anggaran. [dem]