Lebih Doyan Kunker, DPRD Cuma Bisa Rampungkan 4 Perda

Kinerja anggota DPRD DKI Jakarta kembali menjadi sorotan. Selain malas menghadiri rapat-rapat dengan agenda krusial, para wakil rakyat itu ternyata lebih mementingkan kunjungan kerja (kunker) ke daerah maupun luar negeri.


Mereka rutin melakukan kunker setiap minggu dengan bermacam-macam agenda.

Imbasnya, target menuntaskan program legislasi daerah (Prolegda) sebanyak 45 Raperda pun menjadi berantakan. Tahun ini mereka baru sanggup merampungkan 4 Perda.

"Anggota dewan hanya bekerja tiga hari seminggu. Tiap pekan mulai hari Kamis sudah kunjungan, akibatnya penuntasan perda terbengkalai," kata Koordinator Investigasi dari Center for Budget Analisys (CBA), Jajang Nurjaman, Jumat (12/10).

Jajang menilai, kinerja para wakil rakyat di Kebon Sirih itu belum maksimal, terutama terkait legislasi.

"Seharusnya tidak ada alasan bagi DPRD DKI Jakarta untuk tidak produktif di tahun 2018 ini, khususnya dalam hal legislasi. Karena anggota dewan sudah diguyur duit ratusan miliar untuk meningkatkan kinerjanya,” tegas Jajang.

Di saat kinerja legislasi menurun, justru ada peningkatan anggaran untuk kegiatan yang kurang produktif.

"Misalnya dana kunjungan kerja yang mencapai Rp 126 miliar di tahun 2018 meningkat tajam dibandingkan tahun 2017 yang hanya 100,13 miliar. Belum lagi dana khusus untuk pembuatan Raperda yang mencapai Rp 6,4 miliar,” jelas Jajang.

Namun kenyataannya, guyuran duit ratusan miliar ini sama sekali tidak ada efeknya bagi anggota dewan ibukota. Dari target 45 Raperda hanya empat saja yang disahkan menjadi Perda.

Menurutnya, buruknya kinerja anggota dewan harus menjadi catatan penting buat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Di tahun anggaran 2019 sebaiknya pangkas saja anggaran untuk DPRD. Percuma kan, tiap minggu ada kunjungan kerja tapi hasilnya nol,” pungkas Jajang.(dod)