Nama Baru Kereta MRT Diambil Dari Sejarah Jawa Kuno

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan nama untuk kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Anies  memberi nama Ratangga.


/>
Anies menjelaskan, nama Ratangga memiliki makna bahasa yang dalam. Sehingga, ia berharap ke depan penamaan fasilitas-fasilitas di Jakarta dapat diserap dari budaya Indonesia.

"Saya berharap semua fasilitas-fasilitas umum di Jakarta di Indonesia menyerap akar sejarah budaya kita seperti hari ini, MRT kami memilih menggunakan Ratangga," kata Anies di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (10/12).

"MRT satu rangkaian, nanti ada kodenya. Ratangga digunakan untuk setiap rangkaian, misal Ratangga 1 ada kode nomor. Ini menjadi istilah menandakan pekerja Indonesia yang lebih baik," sambungnya.

Sementara itu, Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan, makna dari Ratangga diambil dari sejarah Jawa kuno. Sehingga, diharapkan Kereta MRT dapat kuat dan tangguh untuk dinaiki para penumpang.

"Ratangga diambil dari puisi kitab Arjuna Wijaya dan kitab Sutasoma yang dikarang oleh Mpu Tantular. Dalam bahasa jawa kuno, arti Ratangga adalah kereta perang yang identik dengan kekuatan dan pejuang," terang William.

William berharap adanya Ratangga dapat meningkatkan mobilitas, dan memberikan manfaat tambahan seperti memperbaiki kualitas udara, perubahan gaya hidup masyarakat Jabodetabek dengan beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik, serta mengatasi kemacetan.(dod/han)