Waspada, Februari-Maret Jumlah Nyamuk Aedes Aegypti Meningkat

Dinas Kesehatan DKI Jakarta kembali mengingatkan warga ibukota soal ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang semakin nyata. Terlebih memasuki puncak musim penghujan yang diperkirakan jatuh pada bulan Februari dan Maret 2019 mendatang.


Karena itulah, Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun menetapkan status waspada menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti di Jakarta, Senin (28/1).

"Jumlah nyamuk aedes aegypti, pembawa penyakit DDB akan meningkat seiring dengan tingginya curah hujan dan kelembaban," kata Widyastuti.

Menurut Widyastuti, hal itu diperkirakan terjadi dalam beberapa hari atau pekan selama musim penghujan.

"DBD diprediksi akan meningkat beberapa hari atau minggu setelah musim hujan pada awal tahun 2019 ini," ujar Widyastuti.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta sepanjang tahun 2018, tercatat ada 2.947 kasus DBD di ibukota dengan insidence rate (IR) sebesar 28,15 per 100.000 penduduk.

Sementara tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) sebesar 0,07 persen.

Widyastuti mengungkapkan, Kabupaten Kepulauan Seribu merupakan wilayah yang memiliki IR tertinggi, yakni sebesar 41,4 per 100.000 penduduk sepanjang tahun 2018.

Namun, wilayah Jakarta Barat yang disorotinya, mengingat cakupan wilayah dan besarnya jumlah penduduk.

Pada tahun 2018, wilayah Jakarta Barat memiliki IR sebesar 37,0 per 100.000 penduduk atau meningkat dari tahun sebelum, yakni IR sebesar 32,41 per 100.000 penduduk pada tahun 2017 dengan 3.362 kasus dan satu kematian atau CFR sebesar 0,03 persen pada tahun 2017.(dod)