Kadis SDA Berstatus Tersangka, 7 Proyek Waduk Mangkrak

Didugav gara-gara Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Teguh Hendrawan berstatus tersangka perusakan lahan, menyebabkan tujuh proyek waduk di Jakarta Timur mangkrak.


Ketujuh waduk tersebut adalah Waduk Rorotan, Pondok Rangon satu dan dua,  Cimanggis, Rambutan satu dan dua, serta Waduk Giri Kencana.

Padahal leberadaan waduk sebagai tempat penampungan air itu sangat dibutuhkan di musim penghujan seperti sekarang ini.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik menyesalkan mangkraknya pembangunan tujuh waduk tersebut.

"Lahan waduk kan sudah dibeli.  Saya kira mestinya begitu dibebasin, langsung berikutnya dibangun. Jangan dimangkrakin, karena kalau dimangkrakin diisi orang," kata Taufik, Kamis (21/2).

Salah satunya Wafuk Rorotan yang pembangunannya baru mencapai 85 persen dan belum digunakan untuk menampung air.

Taufik menilai status tersangka yang ditetapkan Polda Metro Jaya terhadap Kepala Dinas SDA tak mempengaruhi proses pembangunan tujuh waduk tersebut.

"Saya pikir bukan itu masalahnya. Makanya saya kira dipanggilah Dinas Sumber Daya Airnya. Di tempat saya juga sama, Pondok Rangon, puluhan hektare itu, jadi kubangan saja tuh," ujar politisi Partai Gerindra ini.

Diketahui, Teguh Hendrawan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya pada tanggal 29 Agustus 2018 lalu, karena melakukan pelanggaran dengan masuk pekarangan orang tanpa izin.(dod)