Balihonya Ikut Dicopot, Haji Lulung: Kok TNI Jadi Begini

di Posko 'Rumah Aspirasi' Anggota DPR RI Haji Lulung di Jalan Jalan H. Fachrudin No.7, Tanah Abang, Jakarta Pusat/Ist
di Posko 'Rumah Aspirasi' Anggota DPR RI Haji Lulung di Jalan Jalan H. Fachrudin No.7, Tanah Abang, Jakarta Pusat/Ist

Anggota DPR RI Abraham Lunggana alias Haji Lulung memprotes baliho bergambar dirinya ikut jadi sasaran penurunan oleh oknum TNI berseragam lengkap.


Baliho berisi kampanye ajakan mematuhi protokol Covid-19 yang berada di Posko 'Rumah Aspirasi' Anggota DPR RI Haji Lulung di Jalan Jalan H. Fachrudin No.7, Tanah Abang, Jakarta Pusat itu  telah terpasang sejak tiga bulan lalu, atau sebelum kepulangan Imam Besar FOI Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air.
Haji Lulung mengaku bingung, baliho berukuran 3×5 yang juga terpasang gambar Habib Rizieq, diturunkan secara paksa  tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

"Ya, ini tadi tentara tiba-tiba menggeruduk posko saya, terus baliho saya dirusak dan dicopot paksa oleh oknum tentara lengkap berseragam barakuda. Kejadiannya tadi sebelum Humatan. Kenapa tentara kok jadi begini?," kata Haji Lulung saat berbincang dengan wartawan, di lokasi, Jumat (20/11).

 Haji Lulung sudah menjelaskan, bahwa baliho tersebut sudah terpasang cukup lama, dengan tujuan mengajak warga Jakarta hidup sehat dengan mematuhi protokol kesehatan.

"(Dipasang) sejak sekitar 3 bulan lalu untuk kampanye mencegah Covid 19. Sebelum HRS pulang ke Indonesia," ujar Haji Lulung. 

Haji Lulung menilai tidak ada yang salah dengan isi kalimat balihonya itu, karena berisi ajakan kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dalam perang melawan pandemi Covid-19.

"Saya tidak tahu apa alasan baliho saya diturunkan, saya gak tahu apa motifnya. Padahal isinya ajakan mematuhi protokol Covid-19, yang juga sedang gencar disampaikan pemerintah. Saya kan anggota DPR, saya ingin masyarakat saya di Jakarta disiplin mentaati protokol dan ini dipasang di posko milik saya sendiri kok," kata legislator asal Dapil 3 DKI Jakarta itu penasaran.

Saat disinggung soal gambar HRS, Haji Lulung malah balik bertanya tentang ketentuan hukum dan perundang-undangan apa yang telah dilanggarnya sehingga membuat baliho yang juga berisi gambar logo Bamus Betawi itu dirusak.

"Begini ya, kalau yang dipersoalkan gambar Habib Rizieq, emang beliau teroris? Musuh negara? Waktu itu alasan saya memasang gambar Habib Rizieq karena beliau adalah seorang ulama yang saya yakini akan lebih mudah dalam menyampaikan pesan protokol kesehatan agar ditaati oleh masyarakat di Jakarta. Jadi, dimana salahnya?," sambung Ketua Umum Bamus Betawi itu.

"Kalau kerumunan yang diakibatkan penjemputan Habib Rizieq di Bandara atau waktu Maulud Nabi di Petamburan kemarin, itu karena kecintaan umat kepada beliau. Saya mana tahu beliau akan pulang ke Indonesia tiga bulan kemudian. Jadi, baliho saya tidak ada kaitannya dengan peristiwa kerumunan itu, karena saya pasang jauh sebelum itu," tegas mantan Wakil Ketua DPRD DKI dua periode itu.

Dia menegaskan, bahwa pemasangan baliho tersebut memiliki tujuan baik dan demi kebaikan warga masyarakat Jakarta di Ibu Kota. Sehingga, menurutnya, penurunan sepihak yang dilakukan tentara ini sama sekali tidak bisa dibenarkan.

"Jujur, saya tersinggung gambar saya dirusak dan dicopot begitu saja, saya ini anggota DPR, ini sudah enggak bener," sesal Haji Lulung.

Terakhir, Haji Lulung meminta agar TNI melaksanakan tugasnya sesuai UU Nomor 34 Tahun 2004 Tentang Tentara Nasional Indonesia yakni menjaga pertahanan negara.

"TNI jangan melanggar tupoksinya, nanti rakyatnya bingung. Awas, hati-hati ada adu domba TNI Vs rakyat," pesan mantan Ketum DPP Pemuda Panca Marga (PPM) itu. []