Tebang Pilih Sejak Diberlakukan, Penegakkan Prokes Mirip Benang Kusut

Anies Baswedan/Net
Anies Baswedan/Net

Penegakkan sanksi protokol Covid-19 memang terkesan sudah tebang pilih sejak aturan tersebut diberlakukan.


Sehingga ketika ada penegakan hukum  yang tegas terhadap Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab (HRS) dan pendukungnya, maka hal tersebut dengan cepat menimbulkan kontroversi. 

Demikian analisa yang disampaikan, pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJakarta, Jumat (20/11). 


"Anies Baswedan dipanggil polisi karena disebut melanggar. Ridwan Kamil tidak. Setelah dikritik ramai-ramai baru dipanggil juga," ujar Ujang.

"Tapi Kerumunan yang dilakukan Gibran (Rakabuming Raka), polisi nggak panggil Ganjar (Pranowo). Jadi seperti benang kusut penegakkan hukum, termasuk dalam protokol kesehatan," sambung Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu. 

Ujang menegaskan, protokol kesehatan wajib dipatuhi oleh semua masyarakat tanpa terkecuali. Begitu juga dengan kedisiplinan yang harus ditegakkan. 

"Anies harus adil, begitu juga dengan polisi. Semuanya harus mencari solusi, bukan saling membenci dan membully," tutup Ujang.[]