25 Ton Garam Disebar Untuk Modifikasi Cuaca Atur Curah Hujan

Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sedang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).


TMC tersebut dilakukan dengan cara menebarkan sebanyak 25,6 ton atau 25.600 kilogram NaCl alias garam sejak 3-6 Januari 2020.

Cara ini diharapkan dapat mempercepat penurunan hujan, agar hujan turun sebelum mencapai wilayah Jabodetabek.

Kepala BPPT Hammam Riza menjelaskan, penebaran garam itu dilakukan melalui 16 sortie penerbangan yang mana menggunakan pesawat CN-295 dan 8 Casa 212-200 yang masing-masing melakukan 8 sortie penerbangan.

"Hujan berhasil diturunkan di wilayah perairan sehingga hujan yang masuk di daerah Jabodetabek berkurang, baik durasi maupun intensitasnya," kata Hammam, Selasa (7/1).

Adapun penyemaian awan tersebut guna mempercepat penurunan hujan tersebut wilayah-wilayah di barat, barat daya dan barat laut Jabodetabek, diantaranya Perairan Barat Pandeglang, Barat Daya Pandeglang, Selat Sunda, dan Perairan Timur Lampung hingga Sebagian wilayah Teluk Jakarta.

Pertumbuhan awan-awan didominasi dari wilayah Upwind dari Jabodetabek yang diketahui memang cukup besar dan masih terjadi hujan, dikarenakan wilayah sekitar target merupakan daerah konvergensi angin sehingga menyebabkan pertumbuhan awan cukup cepat.

Hal itu kemudian memicu hujan-hujan yang terjadi di wilayah Jabodetabek namun dengan intensitas yang masih tidak terlalu tinggi untuk bisa menyebabkan banjir.

"Kita kan sudah menstok awalnya 22 ton ya. ternyata yang sudah digunakan sekarang sampai 25 ton lebih. Kita akan stok baru lagi terus. Dan itu ada di posko Lanud Halim," pungkasnya.