70 Persen Warga DKI Belum Terlayani Akses Transportasi

Ternyata dari sekitar 10 juta warga ibukota, sekitar 70 persen diantaranya belum terlayani akses transportasi mumpuni yaitu, memiliki halte (shelter) berjarak 500 meter dari permukimannya. Sehingga warga masih harus menempuh jarak sekitar satu kilometer untuk menggunakan transportasi publik.


/>
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, keberadaan Jak Lingko bertujuan untuk menyinergikan dan mempermudah masyarakat menuju akses transportasi publik.

"Begitu dibuat 500 meter ke halte, jangkauan kita turun sekitar 30 persen. Jadi baru 30-an persen warga yang terlayani," kata Anies, di Jakarta, Jumat (9/11).

Dengan begitu Anies menyatakan, tantangan mengelola transportasi publik sekarang ini bukan hanya menyediakan infrastruktur tetapi menjangkau masyarakat agar terlayani transportasi publik.

Sambil menunggu rampungnya LRT Jabodebek dan MRT Lebak Bulus-HI, pihaknya mulai merancang konsep integrasi yang nantinya berimplikasi pada perubahan atau perluasan rute.

Anies mengatakan, tahun 2019 diharapkan integrasi transportasi sudah bisa diterapkan di Jakarta.

"Jadi orang bisa naik angkot dari kampung, kemudian sampai ke jalan protokol, di situ pindah ke bis kemudian dari bis pindah ke LRT/ MRT, dalam jangka tiga jam mereka akan bisa menggunakan satu tiket sekarang ini. Nah, kita ingin nanti ke depan bisa seperti itu. Harapannya 2019 bisa kita mulai," pungkas Anies.(dod/han)