71,5 Persen Warga Jakarta Setuju Interpelasi, PKS: Mereka Kurang Edukasi

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Lembaga Survei Nusantara Strategic Network (NSN) merilis temuannya terkait wacana interpelasi yang digulirkan Fraksi PDIP dan PSI DPRD DKI Jakarta. Disebutkan, 71,5 persen publik DKI Jakarta setuju dilakukannya interpelasi itu. 


Menanggapi hal ini, Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli menilai publik Jakarta masih kurang mendapatkan edukasi terkait manfaat Formula E. 

"Yang lebih banyak malahan sosialisasi keburukan Formula E dari PSI dan PDIP di medsos," kata Taufik kepada Kantor Berita RMOLJakarta, Minggu (12/9). 

Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu memberikan contoh tentang revitalisasi Monas yang dikaitkan dengan penyelenggaraan Formula E. Revitalisasi itu dianggap telah banyak mengorbankan pohon. 

"Ternyata rencana awal revitalisasi Monas di zaman Presiden Soeharto memang tidak ada pohon di pelataran Monas itu," jelas Taufik. 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjutnya, hanya mengikuti planning dari Pemerintah Pusat dan Panitia Pusat revitalisasi Monas yang dipimpin oleh Mensesneg itu ikut menyetujui. 

"Sekarang revitalisasi Monas sudah hampir selesai. Coba lihat penampakan Monas hari ini yang makin cantik!" tegasnya. 

Anggota Komisi B yang membidangi perekonomian ini melanjutkan commitment fee (CF) dan bank guarantee juga banyak digunakan pendukung interpelasi sebagai alasan pembatalan Formula E. 

Menurut Taufik, uang itu sebenarnya tidak hilang dan akan masuk kembali sebagai pembiayaan akomodasi hotel, konsumsi, transportasi selama gelaran Formula E tahun depan. 

"Sementara untuk uang bank guarantee akan dikembalikan ke Jakpro karena hanya sebagai uang jaminan," jelasnya. 

Pria yang akrab disapa MTZ ini menambahkan, salah satu manfaat Formula E adalah untuk membangkitkan ekonomi rakyat. 

"Masyarakat banyak mungkin tidak tertarik menonton. Tapi masyarakat akan terimbas positif oleh penonton dan peserta Formula E dari mancanegara," beber MTZ. 

Adapun manfaat lainnya adalah fasilitas penginapan, restoran, transportasi akan sangat dibutuhkan. Selanjutnya pembelian hak penyiaran, cinderamata, UMKM juga pasti akan dicari.

"Jakarta dan Indonesia akan segera dikenal sebagai tempat yang aman untuk MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition)," tutur politikus PKS ini. 

"Kalau kita tidak siap-siap dari jauh hari untuk membangkitkan ekonomi Indonesia maka kita akan ketinggalan lagi dari warga dunia," demikian Taufik Zoelkifli. []