Ada May Day Fiesta, Polda Imbau Warga Hindari GBK Besok

Buruh saat melakukan aksi/net
Buruh saat melakukan aksi/net

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat menghindari kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan sekitaran senayan pada Sabtu (14/5) besok pukul 09:00-15:00 WIB.


Hal ini dikarenakan adanya May Day Fiesta yang rencananya akan diselenggarakan di kompleks olahraga Gelora Bung Karno, dan juga sekitaran gedung DPR-MPR. 

"Kami mengimbau kepada masyarakat, agar kiranya besok mulai pukul 09.00 pagi sampai dengan 15.00 kiranya bisa menghindari kawasan GBK karena dikhawatirkan nanti karena banyaknya kegiatan (May Day Fiesta) disitu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Jumat (13/4). 

Lanjut Zulpan, kantung parkir di GBK juga akan ditempati sedikitnya 2.000 bus yang berasal dari berbagai daerah dengan kurang lebih 60.000 peserta aksi. 

"Akan dihadiri oleh peserta kurang lebih 60 ribu orang, dan tempatnya adalah di GBK, dan dari penyampaian ataupun pemberitahuan ini oleh panitia kepada Polda Metro Jaya bahwa akan diikuti oleh atau menghadirkan beberapa bus kurang lebih ada 2 ribu bus," kata Zulpan. 

Seperti diketahui bersama, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2022 kemarin, akan diperingati pad 14 Mei 2022 mendatang oleh Partai Buruh dan Gerakan Buruh Indonesia. 

Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan, peringatan May Day tahun ini akan diselenggarakan dua acara besar yakni demonstrasi di gedung DPR RI kemudian dilanjutkan acara di Istora Senayan Jakarta. 

“Kegiatan pertama dilakukan pada jam 10.00 sampai dengan 12.00 WIB berupa aksi unjuk rasa yang melibatkan ratusan ribu massa buruh di DPR RI,” kata Said Iqbal dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/5). 

“Setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan kedua pada jam 13.00 sampai dengan 17.30 WIB berupa perayaan May Day Fiesta yang melibatkan 50 ribu buruh di Istora Senayan,” lanjutnya. 

Dalam aksi ini, Partai Buruh membawa sedikitnya 16 tuntutan. Antara lain: 

1. Tolak omnibus law UU Cipta Kerja; 

2. Turunkan harga bahan pokok (minyak goreng, daging, tepung, telur, dll), BBM, dan gas; 

3. Sahkan RUU PPRT, tolak revisi UU PPP, tolak revisi UU SP/SB; 

4. Tolak upah murah; 

5. Hapus outsourcing; 

6. Tolak kenaikan pajak PPn; 

7. Sahkan RPP Perlindungan ABK dan Buruh Migran; 

8. Tolak pengurangan peserta PBI Jaminan Kesehatan; 

9.  Wujudkan kedaulatan pangan dan reforma agraria; 

10. Stop kriminalisasi petani; 

11. Biaya pendidikan murah dan wajib belajar 15 tahun gratis; 

12. Angkat guru dan tenaga honorer menjadi PNS; 

13. Pemberdayaan sektor informal; 

14. Laksanakan Pemilu tepat waktu 14 Februari 2024 secara jurdil dan tanpa politik uang; 

15. Redistribusi kekayaan yang adil dengan menambah program jaminan sosial (jaminan makanan, perumahan, pengangguran, pendidikan, dan air bersih); dan 

16. Tidak boleh ada orang kelaparan di negeri yang kaya.[]