Adi Kurnia Mendorong Perluasan Tilang Elektronik hingga Jalan Arteri

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Adi Kurnia Setiadi/RMOLJakarta
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Adi Kurnia Setiadi/RMOLJakarta

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Adi Kurnia Setiadi meminta kepolisian untuk memperluas program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik hingga jalan arteri. Menurutnya, program tilang elektronik ini diyakini bisa mencegah oknum bertindak nakal.


"Saya dukung ETLE, karena sudah zaman digitalisasi. Ini meminimalisir pungli atau transaksional yang dilakukan oknum aparat di lapangan," kata Adi dalam keterangannya, Rabu (25/1).

"ETLE ini bisa mencegah mereka ngejiun, dalam bahasa mereka (oknum aparat lapangan). Ngejiun itu seperti salam damai dengan pelanggar tapi ada transaksional," sambungnya.

Adi menegaskan, program ETLE merupakan program bagus untuk dikembangkan lebih luar. Selain meminimalisir surat tilang manual, Adi juga menilai program itu bisa mencegah adanya tindakan kriminal di Jakarta. 

"Tapi permasalahan kita juga belum semuanya jalur yang ada di Jakarta terpantau oleh kamera ETLE. Itu hanya ada di jalur protokol. Adanya ETLE itu bisa jadi alat untuk diperbantukan dalam memantau tingkat kriminalitas," kata Adi.

"Bisa diintegrasikan dengan sistem pencegahan dini. Karena jalur arteri, belum dipasang secara masif, maka perlu diperbanyak biar maksimal," lanjutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, program ETLE bakal menyasar kendaraan yang tidak membayar pajak. 

Menurutnya, sistem tersebut tak hanya berlaku pada pengendara yang melanggar lalu lintas. Pasalnya, masih banyak ditemui kendaraan yang hilir mudik di ruas jalan ibu kota tidak membayar pajak. 

"Sebelum ada ETLE mereka beli setahun, dua tahun tidak membayar pajak, ya, biasa saja, karena di dalam STNK tertulis 5 tahun, ini yang sering lolos," kata Syafrin. 

Syafrin menjelaskan saat ini ETLE eksisting yang ada di ibu kota sudah mencapai 57 titik, dengan adanya pemberian hibah itu, ditargetkan ada 127 titik ETLE yang diterapkan di titik-titik.

"Untuk yang 57 (titik ETLE eksisting) 45 (titik) itu adalah hibah (Dishub) 2019, Rp 38 miliar dan 12 (titik)-nya itu adalah internal Polda Metro," kata Syafrin. []