Ahli Epidemiologi: Masih Mau Dibohongi Vaksin Nusantara?

Ilustrasi vaksinasi Covid-19/Net
Ilustrasi vaksinasi Covid-19/Net

Meski belum mendapat izin dari BPOM, tim peneliti di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, berkukuh meneruskan uji klinis fase kedua vaksin Nusantara.


Bahkan sejumlah politikus dan mantan pejabat negara nekat menjadi relawan uji coba. 

Menyikapi hal ini, Ahli Epidemiologi dan Biostatistik Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Pandu Riono mengungkapkan sejumlah fakta terkait vaksin yang disebut sebagai karya anak bangsa tersebut. 

"Ternyata vaksin nusantara adalah penelitian asing, tidak ada ijin dari @KemenristekBRIN dan menggunakan anggaran @KemenkesRI. Masih mau terus dibohongi?" kata Pandu lewat akun Twitter miliknya, Kamis (15/4). 

Selain itu Pandu membeberkan bahwa BPOM menyebut ada banyak temuan dari uji klinis sebelumnya yang belum dibereskan oleh tim peneliti Vaksin Nusantara, salah satunya soal sterilitas dalam pembuatan vaksin.

"Tidak terjamin sterilitas ini pesan penting jadi pertimbangan bagi yang nekat mau jadi relawan uji klinik yang dipaksakan berlanjut di RSPAD," pungkas Pandu. []