Akan Demo, "Arwah" Minta KPK dan Polri Periksa Heru Budi Hartono terkait Kasus Lahan Cengkareng

Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta/Ist
Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta/Ist

Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Waras Hukum (Arwah) akan menggeruduk Mabes Polri dan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut agar Kepala Sekretariat Presiden (Kesetpres) Heru Budi Hartono diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Cengkareng.


Hal itu disampaikan oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Arwah, Usman Pelu. Usman mengatakan, sekitar 50 orang dari Arwah akan menggelar aksi unjuk rasa di Mabes Polri dan KPK pada Rabu (12/10) sekitar pukul 09.00-17.00 WIB.

"Usut tuntas kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Cengkareng Jakarta Barat tahun 2015-2016 yang melibatkan Heru Budi Hartono mantan Kepala Dinas Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)" ujar Usman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (9/10).

Usman meminta Polri maupun KPK memanggil dan memeriksa Heru dalam kasus yang terjadi di era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Usman menduga, Heru menerima fee dari pihak penjual atau pemilik lahan tanah Cengkareng sebesar Rp 30 miliar.

"Segera tetapkan status hukum Heru Budi Hartono, karena diduga merugikan uang negara senilai Rp 600 miliar," pungkas Usman.[]