Anies-AHY-Sandi Levelnya Sudah Pilpres, Risma-Ariza-Bima Arya Baru Kelas Cagub DKI

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono di Balai Kota DKI Jakarta/Ist
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono di Balai Kota DKI Jakarta/Ist

Sejumlah nama tokoh dimunculkan untuk berkontestasi di Pilgub DKI Jakarta yang akan digelar pada tahun 2024 mendatang.


Beberapa nama yang bersliweran diantaranya Mensos Tri Rismaharini, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menparekraf Sandiaga S. Uno, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Wali Kota Bogor Bima Arya, artis Raffi Ahmad, artis Agnes Monica, termasuk petahana Gubernur Jakarta Anies Baswedan. 

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jakarta, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan, untuk Anies Baswedan, AHY, dan Sandiaga tampaknya sudah bukan levelnya lagi untuk calon gubernur. 

Dari pandangan Jamiluddin, ketiga sosok itu sudah layak menjadi tokoh nasional, sehingga levelnya sudah untuk capres dan cawapres.

"Karena itu, ketiga sosok tersebut sebaiknya didorong untuk ikut kontestasi pada Pilpres 2024. Mereka ini punya elektabilitas yang cukup tinggi," kata Jamiluddin dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (10/6). 

Sementara untuk kalangan artis, seperti Raffi Ahmad dan Agnes Monica, menurut Jamiluddin, belum layak untuk didorong maju pada Pilkada 2024. 

Sebab, gubernur DKI merupakan jabatan strategis yang selevel dengan menteri. 

Karena itu, dibutuhkan sosok inovatif, cerdas, tegas, berwawasan luas, memilili jiwa kepemimpinan yang baik, dan bijaksana. Sedapat mungkin yang pernah berkarier di pemerintahan atau organisasi.

"Jadi, kalau sosok artis ingin diorbitkan, sebaiknya yang mendekati kriteria tersebut," kata Jamiluddin.

Contohnya Dede Yusuf, Tantowi Yahya, Eko Patrio, dan Inggrid Kansil.

Sedangkan Risma, Riza Patria (Ariza), dan Bima Arya tentu layak dimunculkan. 

Sebab mereka sudah punya pengalaman menjadi wali kota dan wakil gubernur. 

"Hanya saja partai politik tentu punya pertimbangan untuk mengusung calon pada Pilkada Jakarta 2024. Sebab, Gubernur DKI Jakarta, selain punya gengsi tersendiri, juga akan mampu mengerek elektabilitas partai," demikian kata mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini. []