Anies Bakal Dibombardir Lawan Politik Bila Dimintai Keterangan KPK Soal Lahan Munjul

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Ist
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Ist

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal langsung dibombardir lawan-lawan politiknya apabila dimintai keterangannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait alokasi anggaran pengadaan lahan Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur tahun 2019.


Demikian analisa pengamat kebijakan publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah kepada wartawan, Rabu (21/7).

“Ketika Anies diperiksa KPK, maka seketika itu pula lawan-lawan politik menyerang Anies dengan tuduhan korupsi," kata Amir.

Amir berpandangan, rencana KPK memanggil Anies merupakan hal biasa dan normatif. 

“Anies pernah diperiksa kasus kerumunan Habib Rizieq Shihab dan tidak masalah. Untuk kasus pengadaan tanah di Muncul, Anies juga sama sekali tidak terlibat,” kata Amir.

Di sisi lain Amir mendorong Ketua KPK Firli Bahuri harus tegas kepada caleg PDIP Harun Masiku dan anggota DPR yang terlibat kasus korupsi bantuan sosial.

“Bukan hanya ke Anies yang akan diperiksa kasus pengadaan tanah di Munjul, Ketua KPK juga harus tegas kepada Harun Masiku dan anggota DPR yang terlibat korupsi bansos,” harap Amir.

Kata Amir, publik mempertanyakan sikap Firli Bahuri yang tidak berusaha mencari Harun Masiku. 

“Belum lagi nama-nama anggota DPR yang terlibat dalam kasus korupsi bansos belum juga ditetapkan statusnya,” demikian Amir.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, pihaknya akan mengungkap semua pihak yang diduga terlibat, baik dari kalangan legislatif maupun kalangan eksekutif.

"Anggaran pengadaan lahan sangat besar kerugian negaranya. Jadi siapapun pelakunya yang terlibat dengan bukti yang cukup kami tidak akan pandang bulu," ujar Firli kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (11/7).

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima tersangka. Yaitu, Yoory Corneles (YC) selaku Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya; Anja Runtunewe (AR) selaku Wakil Direktur PT Adonara Propertindo (AP); Tommy Adrian (TA) selaku Direktur PT AP; Rudy Hartono Iskandar (RHI) selaku Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur (ABAM); dan tersangka korporasi yaitu PT AP.

Akan tetapi, untuk tersangka Rudy hingga saat ini belum ditahan penyidik karena Rudy terkonfirmasi positif Covid-19.[]


Berita Sebelumnya

Budi Indonesia 1

Berita Berikutnya

Indah 714