Anies Dan DPRD Disarankan Ngopi Bareng Omongin Saham Bir

Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ), Endriansah/Ist
Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ), Endriansah/Ist

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan DPRD DKI Jakarta disarankan melakukan pertemuan atau ngopi bareng untuk segera menyelesaikan polemik pelepasan saham kepemilikan pada perusahaan bir di PT Delta Djakarta.


"Dengan ngopi bareng kan bisa diomongin secara baik-baik. Jadi nggak cuma ngomong lewat media," saran Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ), Endriansah saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJakarta, Rabu (3/3).

Endriansah mengatakan, berbicara dengan perantara media tidak akan menemui titik temu yang bisa memuaskan ke dua belah pilak.

"Yang terjadi justru makin liar karena banyak yang nimbrung atau manas-manasin. Misalnya dari kelompok buzzer," kata Endriansah.

Endriansah mengusulkan pertemuan Gubernur DKI dengan DPRD bisa digelar di lokasi yang netral dengan dibalut suasana santai.

"Kalau masing-masing sudah ketemu dengan kepala dingin, saya yakin ada win-win solution yang bagus," kata Endriansah.

Anies Baswedan diketahui sudah dua kali berkirim surat ke DPRD DKI untuk melepas saham bir, tepatnya pada 2018 dan Januari 2019.

Persetujuan DPRD dibutuhkan dalam hal penjualan aset milik Pemprov DKI.

Menurut Anies, dengan melepas saham bir, Pemprov DKI akan mengantongi duit hingga Rp 1,2 triliun.

"Lebih baik Rp1,2 triliun diambil sekarang. Sekarang kita bisa konversi nilainya kira-kira bisa buat rehab 100 sekolah bahkan kalau kita bangun air bersih itu bisa mencakup satu juta rumah," kata Anies.

"Dengan angka segitu atau kalau kita beli bus Transjakarta kita akan bisa memiliki 240 bus baru. Ini juga kalau paling bikin rumah sakit kelas A bisa sampai 4 rumah sakit," sambungnya.

Sementara Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengaku heran dengan pihak yang memaksa saham bir tersebut dilepas karena PT Delta Djakarta juga memberikan keuntungan. 

"Kita tidak pernah menyuntikkan dana ke PT Delta. Ini ada apa? Ada apa dengan orang yang menggebu-gebu untuk menjual PT Delta," kata Prasetio saat ditemui Kantor Berita RMOLJakarta di Gedung DPRD DKI, Selasa (2/3). 

Politisi PDI Perjuangan itu membeberkan  pemerintah daerah sesungguhnya diberi kewenangan pemerintah pusat untuk mengelola perusahaan bir itu sejak era Gubernur Ali Sadikin itu.

"Jadi bukan masalah agama halal tidak halal. Jangan dimasukan ke ranah itu. Serahkan saja ke pemerintah pusat. Itu kan pusat memberikan kepada daerah untuk mengelola," tandas Prasetio. 

Diketahui, PT Delta Djakarta, Perseroan memiliki pabrik bir di Bekasi Jawa Barat. Pemprov DKI Jakarta sendiri memegang saham hingga 26,25 persen dari perusahaan ini. 

Pabrik tersebut memproduksi berbagai jenis brand miras seperti Anker Beer, Anker Lychee, Anker Stout, Carlsberg, Kuda Putih, San Miguel Light, San Miguel Pale Pilsen, dan San Miguel Cerveza Negra.[]