Anies Resmi Batasi Penggunaan Kantong Plastik

Untuk mengurangi timbunan sampah yang bersumber dari kantong plastik, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara resmi melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai di pusat perbelanjaan, toko swalayan, hingga pasar rakyat di wilayah ibukota.


Pembatasan plastik tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

Dalam salinan Pergub yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (7/1), aturan ini diteken Anies Baswedan pada 27 Desember 2019, dan telah diundangkan pada 31 Desember 2019 lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Andono Warih menjelaskan, Pergub ini akan berlaku efektif mulai 1 Juli 2020. Saat ini sedang tahap sosialisasi.

"Kewajiban (pengelola) untuk melakukan sosialisasi kepada tenant maupun pengunjung di lokasi malnya," kata Andono, Selasa (7/1).

Pasal 5 Ayat 1 aturan tersebut menyebutkan, pengelola pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat wajib mengunakan kantong belanja ramah lingkungan.

Sedangkan dalam pasal 5 Ayat 2, diatur larangan kantong belanja plastik sekali pakai.

"Terhadap kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat 1, pengelola pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat dilarang menggunakan kantong belanja plastik sekali pakai," bunyi pasal 5 ayat 2.

Peraturan ini diterapkan juga dengan pesan meningkatkan meningkatkan kesadaran masyarakat akan terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat serta menjaga kelestarian bumi.