Anies Resmikan Jakarta Street Experience, Libatkan Jurnalis dan Sejarawan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang didampingi Direktur Utama Jakarta Experience Board Novita Dewi meresmikan Jakarta Street Experience(JSX) sekaligus uji coba penggunaan JSX di Pintu Masuk Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (26/9)/Repro
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang didampingi Direktur Utama Jakarta Experience Board Novita Dewi meresmikan Jakarta Street Experience(JSX) sekaligus uji coba penggunaan JSX di Pintu Masuk Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (26/9)/Repro

Sebagai kota pariwisata urban, Jakarta terus berupaya menghadirkan pengalaman baru untuk meningkatkan kualitas pariwisata Jakarta. Pengalaman baru kini hadir melalui Jakarta Street Experience (JSX). 


JSX merupakan inisiasi dari Jakarta Experience Board (JXB), sebagai upaya untuk melengkapi fasilitas pariwisata urban dan meningkatkan beautifikasi Jakarta. 

JSX resmi dikenalkan pada publik  sebagai bagian dari rangkaian acara Pembukaan Publik Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (26/9).

 Direktur Utama JXB Novita Dewi menjelaskan langsung mengenai JSX di hadapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kepala Disparekraf DKI Jakarta Andhika Permata, Kepala DPMPTSP Benni Aguscandra dan Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho.

JSX merupakan smart signage, berupa instalasi interaktif yang menggabungkan unsur edukasi, informasi, seni dan teknologi pintar.

Kehadiran JSX ini berupaya melengkapi fasilitas pariwisata urban di Jakarta, yang juga diharapkan dapat mendorong minat masyarakat untuk mengeksplorasi kota dengan berjalan kaki.

"JSX dapat ditemukan di berbagai lokasi pariwisata urban, dengan pilot project-nya di kawasan Cikini," kata Novita.

Melalui JSX, masyarakat dapat mengakses video sejarah kawasan di mana JSX berada, informasi tempat pariwisata pada radius 1 kilometer, charging station dan peta kawasan.

"JSX juga menghadirkan pengalaman unik melalui teknologi augmented reality," kata Novita.

Dengan adanya teknologi augmented reality, JSX mampu memvisualisasikan benda 2D maupun 3D yang diproyeksikan ke dunia nyata. 

Pada JSX ini, pengguna dapat melihat bagaimana balon udara, elang bondol, maupun kereta api yang seakan-akan keluar dari JSX dan menghampiri pengguna yang berada di dunia nyata. 

Fitur video sejarah kawasan disusun dengan baik mengingat JSX ditujukan untuk menjadi fasilitas ruang publik sehingga informasi yang diberikan harus akurat. 

Penyusunan video sejarah kawasan dibantu oleh jurnalis independen Aji Sayuti serta melibatkan sejarawan J.J Rizal yang melakukan verifikasi atas akurasi video sejarah kawasan tersebut.

JSX turut mendukung promosi UMKM di sekitar JSX. Fitur penunjuk arah akan memudahkan masyarakat untuk mengunjungi UMKM tersebut. 

Selain sebagai penunjuk arah, JSX menjadi sebuah media bagaimana kota berupaya melibatkan partisipasi masyarakat dalam mewarnai kota.

 Dengan semangat inklusivitas, JSX menggandeng Kitaoneus Asia, untuk melibatkan warga berkebutuhan khusus dalam menghias JSX melalui karyanya, seperti yang terdapat pada bidang J pada instalasi JSX. 

"Kami mengapresiasi hadirnya JSX sebagai sebuah media ruang publik yang memberikan ruang bagi anak-anak seniman neurodiversity sehingga kita semua dapat belajar memahami karya dari perspektif mereka," kata Ketua Kitaoneus Asia Maria Ulfah.[]