Antisipasi Dampak Musim Hujan, Dinas LH Siagakan Ribuan Personel

Dinas lingkungan hidup DKI Jakarta/lst
Dinas lingkungan hidup DKI Jakarta/lst

Berbagai upaya terus dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta dalam rangka penanganan sampah musim hujan.


Kepala Dinas LH DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, pihaknya menyiagakan sebanyak 8.945 personel yang terlibat dalam satgas penanganan sampah di musim penghujan.

"Kami memeriksa dan memastikan kesiapansiagaan personel yang bertugas menjaga kebersihan badan air walaupun baru memasuki awal musim penghujan, termasuk kesiapan alat pelindung dirinya," ujar Asep, Kamis (14/10). 

Menurutnya, sarana yang disiagakan terdiri dari 1.543 unit angkutan sampah, 118 unit alat berat, 47 unit road sweeper dan 50 set kubus apung perahu pontoon. 

Asep mengatakan, pola penangan sampah juga dibagi menjadi empat mode yaitu, mode normal, mode awas, mode tergenang dan mode rehabilitasi.

"Mode normal pada awal musim penghujan, mode awas untuk siaga banjir seperti tingginya muka air Katulampa dan tingginya intesitas curah hujan, mode tergenang yaitu ketika tanggap darurat banjir yang statusnya ditetapkan oleh BPBD dan terakhir, mode rehabilitasi pasca-terjadinya genangan banjir," jelasnya.

Asep juga menambahkan, Pasukan Oranye UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup terus melakukan antisipasi dan memastikan agar tidak ada sampah yang menyumbat kali, saluran penghubung, dan pintu-pintu air.

"UPK Badan Air juga sudah melakukan antisipasi pembersihan sampah di sepanjang saluran penghubung dan pintu-pintu air. Kemudian terdapat petugas untuk memantau perkembangan situasi di setiap lokasi rawan tumpukan sampah saat terjadi banjir kiriman," kata Asep.

Asep menjelaskan, sejumlah lokasi diidentifikasi terdapat timbulan sampah cukup banyak ketika memasuki musim hujan dan menjadi titik pemantauan serta penanganan khusus ketika musim penghujan tiba seperti di Kali Ciliwung. 

Diawali dari ruas Kali Ciliwung Jagakarsa menuju Kali Ciliwung jembatan TB Simatupang, Kali Ciliwung Kalibata, Kali Ciliwung Kampung Pulo, Kali Ciliwung Manggarai, Kali Ciliwung BKB Petamburan, Kali Ciliwung Season City, dan terakhir Kali Ciliwung BKB Kalijodo menuju muara.

Selain itu, untuk lokasi lain selain dari aliran Kali Ciliwung yakni, Kali Pesanggarahan, Kali Baru Barat dan Kali Baru Timur.

"Petugas disiagakan 24 jam untuk memantau di titik-titik rawan tumpukan sampah seperti di Pintu Air Manggarai, Jembatan Kampung Melayu, Jembatan Season City dan titik-titik lainnya. Ketika terjadi tumpukan sampah, selain petugas eksisting di ruas tersebut, maka personel dan armada tambahan akan segera bergerak ke lokasi itu. Kita siaga 24 jam," tandas Asep.[]