Baca Pleidoi, Habib Bahar Minta Dibebaskan dari Kasus Penganiayaan 

Habib Bahar bin Smith/Net
Habib Bahar bin Smith/Net

Habib Bahar bin Smith, terdakwa kasus penganiayaan sopir taksi online meminta majelis hakim untuk membebakan dirinya dari kasus tersebut. 


Permintaan tersebut terungkap dalam nota pembelaan atau pleidoi Habib Bahar yang dibacakan kuasa hukumnya, Ichwan Tuanakotta di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (3/6) kemarin. 

"Memohon majelis hakim untuk membebaskan terdakwa Habib Bahar bin Smith dari segala dakwaan, atau apabila majelis hakim ada pendapat lain, mohon putusan seadil-adilnya," kata Ichwan. 

Ichwan juga menyampaikan alasan pihaknya meminta Habib Bahar dibebaskan. Kata Ichwan, Habib Bahar adalah seorang kepala keluarga sekaligus pimpinan pesantren yang memiliki tanggung jawab. 

Selain itu, imbuh Ichwan, kliennya itu juga sudah bersepakat damai dengan korban, bahkan sudah membayar ganti rugi. Korban, kata Ichwan, sudah menyatakan tidak memperpanjang masalah. 

Habib Bahar bin Smith tersandung kasus kekerasan karena diduga melakukan penganiayaan terhadap sopir taksi daring di Perumahan Bukit Cimanggu, Bogor, pada September 2018. 

Dalam persidangan sebelumnya, Kamis, 27 Mei 2021 lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Habib Bahar agar dihukum 5 bulan penjara. 

Jaksa mengatakan, terdakwa telah terbukti bersalah dengan melakukan penganiayaan kepada korban. Dakwaaannya yaitu subsider pasal 351 ayat 1 Jo pasal 55 sedangkan dakwaan primer pasal 170 tentang perbuatan kekerasan dengan bersama-sama tidak terbukti.

"Habib Bahar bin Smith terbukti dan sah meyakinkan melakukan penganiayaan," ujar JPU saat membacakan tuntutan. []