Bamus Betawi Sarankan Pemerintah Keluarkan Regulasi Baru Soal Pandemi

Wakil Ketua Umum Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi Muhammad Rifky alias Eki Pitung/Ist
Wakil Ketua Umum Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi Muhammad Rifky alias Eki Pitung/Ist

Berbeda dengan Ramadhan tahun 2020, Pemprov DKI Jakarta tahun ini mengizinkan pelaksanaan salat tarawih di masjid atau musala selama pandemi Covid-19 dengan sejumlah aturan ketat.


Kebijakan Pemprov DKI ini memperoleh respon positif dari Wakil Ketua Umum Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi Muhammad Rifky alias Eki Pitung.

"Alhamdulillah umat muslim bisa beribadah Ramadhan di masjid dan musala lagi. Terima kasih Pak Gubernur Anies," kata Eki Pitung saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJakarta, Rabu (7/4).

Meski begitu, Eki Pitung berharap jamaah untuk tetap mematuhi protokol kesehatan saat melakukan salat tarawih di masjid maupun musala. Sehingga dapat mencegah penularan virus corona.

Di sisi lain, Eki Pitung mendorong pemerintah pusat menerbitkan regulasi baru terkait masa pandemi Covid-19.

Pasalnya, dari pengamatan Eki Pitung, aktivitas masyarakat sudah nyaris normal seperti sedia kala.

"Contohnya Jakarta sudah mulai macet dan banyak organisasi atau parpol mulai bikin acara yang melibatkan banyak orang," kata Eki Pitung.

Kata Eki, penerbitan regulasi baru tersebut diharapkan bisa membuat warga makin nyaman dalam melakukan aktivitasnya.

"Jangan sampai disini kerumunan dibolehkan, sementara kerumunan yang disana diamankan polisi," kata Ketua Satgas Covid-19 Bamus Betawi ini.

Eki Pitung menambahkan, regulasi baru juga mendesak dikeluarkan, karena sebentar lagi umat muslim di Tanah Air akan menyambut Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Sejatinya masyarakat mulai terbiasa dalam pola hidup normal yang baru sejak kasus positif Covid-19 pertama diumumkan di Indonesia pada 2 Maret 2020.

Kini di tempat-tempat publik selalu tersedia wastafel pencuci tangan ataupun hand sanitizer. 

Masyarakat yang memasuki gedung harus melalui screening suhu tubuh, beberapa harus disemprot disinfektan.

Bagi pekerja di bidang jasa pelayanan seperti mini market hingga bank, mereka melayani pelanggan dengan penghalang plastik sebagai penerapan physical distancing alias jaga jarak fisik. 

Selain itu, penggunaan masker pun menjadi pemandangan lumrah di ruang publik, mulai dari pengguna kendaraan bermotor, pekerja kantoran, pedagang kaki lima hingga pemulung.

Sementara di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan klinik, kini dokter maupun perawat melayani pasien dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. []