Banyak Warga DKI Tak Peduli Prokes, Satpol PP Jaring 2.868 Pelanggar Masker

Arifin/Net
Arifin/Net

Pemprov DKI Jakarta mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan 3M, lantaran pandemi Covid-19 belum juga berakhir.


Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta per Kamis sore (28/1), telah dilakukan tes PCR sebanyak 19.068 spesimen. 

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 17.121 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 2.821 positif dan 14.300 negatif. 

Dengan demikian jumlah kasus aktif di Jakarta naik sebanyak 118 kasus, sehingga jumlah kasus aktif hingga Kamis kemarin sebanyak 22.419 (orang yang masih dirawat/ isolasi). Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 259.305 kasus. 

Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 232.701 dengan tingkat kesembuhan 89,7%, dan total 4.185 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,8%. 

Meski angka penularan Covid-19 terus melonjak, namun sayangnya masih banyak warga DKI yang tidak peduli prokes. Diantaranya tak memakai masker.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sendiri telah memperpanjang masa PPKM atau PSBB yang diperketat selama 14 hari terhitung sejak tanggal 26 Januari 2021 sampai dengan tanggal 8 Februari 2021.

Hingga Kamis kemarin (28/1), Satpol PP DKI telah menindak 2.868 orang lantaran melanggar penggunaan masker. 

Kepala Satpol PP DKI Arifin menyebut, dari jumlah itu, 2.789 orang di antaranya dikenakan sanksi kerja sosial.

"Sebanyak 79 orang mendapatkan sanksi denda administratif. Total denda yang terkumpul karena pelanggaran masker Rp 12.350.000," kata Arifin melalui keterangan tertulis, Jumat (29/1).

Arifin mengungkapkan, ada satu unit restoran yang diberikan sanksi penghentian kegiatan sementarakarena melanggar protokol kesehatan. 

"Sedangkan restoran atau rumah makan yang mendapat sanksi pembubaran dan teguran tertulis ada sebanyak 54 unit," kata Arifin. 

Selain itu, Satpol PP DKI juga memberikan sanksi penutupan sementara selama 3x24 jam terhadap empat perusahaan yang melanggar protokol kesehatan. Sedangkan sebanyak 57 perusahaan mendapatkan sanksi teguran tertulis.

Arifin menegaskan, Satpol PP akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap sejumlah pelanggaran selama penerapan PSBB ketat tahap dua.

"Harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan Covid-19," pungkas Arifin. []