Beli Handphone dan Koin Emas Pakai KTP Fiktif, 2 Pemuda Dibui

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus/Net
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus/Net

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya mengamankan dua tersangka penipuan disertai pemalsuan.


Tersangka ini menjadi debitur Home Credit Indonesia dengan menggunakan data pribadi orang lain atau fiktif. Akibat ulahnya, Home Credit Indonesia merugi hingga Rp 1,5 miliar.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, polisi mengamankan dua tersangka berinisial UA dan SM di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Tersangka tersebut berbelanja dengan Home Credit di aplikasi Tokopedia. 

Adapun untuk mengajukan pembelian, tersangka mencantumkan foto KTP dan swafoto (selfie) dengan memegang KTP milik orang lain.

"Nanti setelah mendapatkan data pribadi, pelaku ini yang menggunakan untuk proses pembelanjaan secara online," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (13/10).

Barang yang dibeli oleh tersangka menurut Yusri adalah handphone dan emas dengan berat 5 gram. 

Handphone dan emas yang dibeli tersebut kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih murah di Facebook.

Home Kredit sebagai operator pembayaran merasa janggal karena adanya transaksi fiktif beberapa bulan ke belakang.

Sebab pengaju pinjaman yang membeli handphone dan emas tidak merasa melakukan pembelian secara kredit.

"Ada 150 transasksi yang ditemukan oleh PT Home Kredit dengan debitur fiktif dengan mengatasnamakan KTP orang lain yang didapatkan," kata Yusri.

Polisi masih mencari dua pelaku lain terutama pemilik akun Instagram @raha yang menjadi penyuplai data para pembeli fiktif.

Akibat perbuatan, UA dan SM dijerat Pasal 30 juncto Pasal 46 atau Pasal 32 Undang-Undang ITE dengan ancaman hukuman 12 tahun.[]