Berduka Atas Musibah Gempa Bumi, Heru Budi: Cianjur Punya Andil Besar buat DKI

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono/Ist
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono/Ist

Duka mendalam turut dirasakan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, atas musibah gempa bum yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11).


"Pemprov DKI bersama Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas bencana alam gempa bumi di Cianjur," ujar Heru Budi Hartono, usai menghadiri kegiatan sarapan pagi bersama jajaran tiga pilar Jakarta, Tangerang, Depok dan Bekasi di halaman silang Monas, Rabu (23/11).

Menurut Heru, Cianjur sebagai salah satu yang termasuk Kawasan Strategis Nasional (KSN) punya andil besar bagi Indonesia bersama dengan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Puncak atau disebut dengan kawasan perkotaan Jabodetabekpunjur.

"Ini menjadi perhatian kami juga karena Cianjur termasuk KSN yang punya andil bagi Jakarta dan Indonesia," kata Heru.

Pemprov DKI Jakarta juga sudah mengirimkan ratusan personel dan bantuan logistik untuk membantu korban gempa di Cianjur yang telah diberangkatkan sejak Selasa (22/11). 

Bantuan logistik setara Rp 2,1 miliar, terdiri dari perabotan rumah tangga, perlengkapan keluarga dan balita, paket perlengkapan sandang dan kebersihan dan perlengkapan medis.

Heru juga menjelaskan, Cianjur sebagai kawasan dengan keasrian dan kesejukan alamnya, juga merupakan salah satu daerah dengan potensi sumber daya alam yang luar biasa. 

Ditinjau dari aspek geografis, Cianjur memiliki tanah yang mengandung zat organik tinggi sehingga menjadi faktor pendukung untuk menghasilkan berbagai komoditas perkebunan. 

"Gempa kemarin tentu berdampak pada lalu lintas perekonomian warga, kelangsungan pendidikan dan juga psikologi masyarakat, sehingga itu kami dan kita semua terpanggil untuk bersama sama membantu," sebutnya.

Diketahui selain penghasil beras, Cianjur juga potensial terhadap komoditas perkebunan seperti teh, kopi, cengkeh dan kelapa serta tergolong sebagai komoditas unggulan secara nasional.[]