Bjorka, Tolong Dong Bocorkan Data Aliran Dana Formula E

Balap mobil listrik Formula-E atau Jakarta e-Prix 2022 di Jakarta International e-Prix Circuit, di kawasan Ancol, Jakarta Utara/Ist
Balap mobil listrik Formula-E atau Jakarta e-Prix 2022 di Jakarta International e-Prix Circuit, di kawasan Ancol, Jakarta Utara/Ist

Sepekan ini publik digegerkan dengan sepak terjang hacker atau peretas bad actor hacker alias Bjorka yang sudah membuka sejumlah data pejabat negara, termasuk juga pegiat media sosial di Indonesia. 


Menanggapi hal itu, pengamat kebijakan publik dari Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto meminta Bjorka turut membocorkan data aliran dana penyelenggaraan balap mobil listrik Formula E Jakarta.

"Om hacker Bjorka, bila ada data aliran dana Formula E, tolong bocorkan dong! Sebab sampai saat ini banyak pihak  ingin mengetahui data itu," kata Sugiyanto dalam keterangannya, Selasa (13/9).

Menurut Sugiyanto, Bjorka tentu juga sudah mengetahui jika saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyelidiki kasus dugaan korupsi penyelenggaraan balap mobil listrik Formula E Jakarta.

"Bjorka pasti mengikuti kasus ini dan sudah tahu siapa-siapa saja yang sudah dimintai keterangannya," kata Sugiyanto.

Diketahui, dalam kasus Formula E, penyidik KPK sudah meminta keterangan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Achmad Firdaus, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal, mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Gatot Dewa Broto, dan  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Pemprov DKI melalui Dispora telah membayar commitment fee kepada Formula E Operation senilai Rp 560 miliar dengan duit APBD DKI Jakarta," kata Sugiyanto.

Kata Sugiyanto, aliran duit itulah yang saat ini ditelusuri KPK. Ia meyakini KPK  akan melacak aliran dana yang digunakan untuk penyelenggaraan balap mobil listrik di Ancol, Jakarta Utara pada 6 Juni 2022 tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata akan mendalami apakah uang yang digunakan untuk penyelenggaraan Formula E itu benar-benar masuk ke pihak yang berwenang. 

Artinya, KPK ingin memastikan kalau dana itu  diterima oleh pemilik hak atas Formula E dan tidak mengalir kepada pihak lain. 

"Terkait hal tersebut, saya minta tolong nih kepada Om hacker Bjorka. Bila Om Bjorka punya data tentang aliran dana Formula E, tolong bocorkan dong," pinta Sugiyanto.

Ada dua alasan kenapa Sugiyanto meminta bantuan Bjorka. Pertama, karena bila benar ada aliran dana kepada pihak yang tidak berwenang, maka KPK bisa segera menindaknya.

Kedua, lanjut Sugiyanto, agar dugaan kasus kurupsi Formula E ini bisa segera tuntas. Artinya KPK bisa menyelesaikan kasus ini dengan adil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku tanpa merugikan siapapun.

"Akhirnya saya hanya bisa menyampaikan ucapan terima kasih bila Om Bjorka bisa membantu.  Semoga Om Bjorka sehat selalu, panjang umur dan murah rezeki. Amien," demikian Sugiyanto. []