Bongkar Motif Pembunuhan Brigadir Yosua, KP3-I Kirim Surat Terbuka ke Presiden Jokowi 

Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan/Net
Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan/Net

Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I) menyampaikan surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (NY) alias  Brigadir J yang diotaki mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo (FS) rumah dinasnya di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.


KP3-I menegaskan siap membantu membongkar misteri motif pembunuhan berencana tersebut.

Surat yang ditujukan kepada Presiden Jokowi tersebut disampaikan hari ini, Senin (12/9).

Berikut surat terbuka KP3-I selengkapnya:

Surat Terbuka Kepada Presiden Jokowi

Membongkar Motif Pembunuhan Brigadir Yosua

Dua bulan berlalu, penuntasan pembunuhan berencana yang dilakukan FS terhadap Brigadir NY belum dapat dituntaskan Polri, meskipun pembunuhnya sudah memberikan pengakuan dan bertanggungjawab atas pembunuhan tersebut.

Sebagai atasan Kapolri sesuai perundang-undangan yang berlaku, kegagalan Polri dalam menuntaskan kasus pembunuhan Bhrigadir NY juga menjadi kegagalan Presiden dalam penegakan hukum.

Untuk itu saya menawarkan diri untuk membantu Bapak Presiden membongkar motif pembunuhan kematian Brigadir NY, agar terang-benderang sesuai dengan keinginan Bapak Presiden. 

Bapak tidak usah ragu saya punya naluri yang tajam, dan ilmu intelejen untuk meluruskan dan membongkar motif pembunuhan Brigadir NY.

Saya memberanikan diri untuk terlibat membongkar kasus tersebut, karena merasa malu sebagai warga negara Indonesia, dan saya berpandangan masyarakat internasional akan kehilangan kepercayaan terhadap negara Indonesia dalam penegakan hukum, hal tersebut akan merendahkan martabat saya sebagai warga Indonesia, sesuai dengan UUD 1945 bahwa warga negara berhak ikut dalam pertahanan dan keamanan negara.

Mohon maaf, bukan saya mengatakan Polri tidak mampu untuk menuntaskan kasus tersebut, banyak hal yang membuat Polri khawatir dan ragu untuk mengungkap motif pembunuhan berencana yang dilakukan FS karena menyangkut institusi Polri itu sendiri, untuk itu diperlukan bantuan warga secara langsung terhadap Polri.

 Percayalah selama Polri sendiri yang menangani kasus tersebut, kecil kemungkinan akan tuntas sesuai dengan fakta yang sebenarnya. 

Sebab dari awal kasus pembunuhan Brigadir NY sudah di desain dan direkayasa dengan matang.

Demikian surat terbuka ini saya buat, sebagai bentuk rasa patriot terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai negara hukum. Serta sebagai wujud pemahaman dan pengamalan Pancasila.

Jakarta 12 September 2022

Hormat Saya

Tomu Pasaribu S.H, M.H

(Direktur Eksekutif KP3-I)