BPSDM Kemenperin: Kualitas SDM Elemen Terpenting dalam Pembangunan   

Kepala BPSDM Kemenperin, Arus Gunawan/Ist
Kepala BPSDM Kemenperin, Arus Gunawan/Ist

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perindustrian menggelar diskusi bertajuk "Peran Kadin Indonesia-Kadinda dalam Pendidikan dan Pelatihan Vokasi". Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Industrial Vocation Week 2022 yang digelar di Jakarta pada 21-25 November 2022.


Kepala BPSDM Kemenperin, Arus Gunawan mengatakan, kualitas SDM adalah elemen terpenting dalam pembangunan suatu negara. SDM yang kompeten merupakan pilar utama dalam menopang pertumbuhan industri yang merupakan motor bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Arus mengatakan, pada triwulan 3 tahun 2022, industri pengolahan merupakan penyumbang terbesar PDB bila dibandingkan dengan sektor lainnya yaitu 17,88%. 

Industri pengolahan juga mampu memberikan kontribusi signifikan melalui setoran pajak terbesar bila dibandingkan dengan sektor lainnya yaitu sebesar 29,8% serta membuka peluang dan lapangan pekerjaan, sebanyak 19,17 juta orang bekerja. 

"Hal ini berarti sektor industri berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Arus melalui siaran persnya di Jakarta, Rabu (23/11).

Arus menambahkan, untuk mendukung ketersediaan SDM industri yang kompeten pada sektor Industri manufaktur, BPSDMI mendorong Kadin Indonesia menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan vokasi.

“Kunci keberhasilan penyelenggaraan pendidikan vokasi adalah kerja sama dengan industri dalam mencetak lulusan yang langsung dapat bekerja di industri," kata Arus.

Sementara Wakil Ketua Komite Tetap Pelatihan dan Pendidikan Vokasi Kadin, Dasep Suryanto menjelaskan, sesuai Perpres 68 setidaknya ada lima poin utama peran Kadin guna mendukung vokasi di Indonesia.

“Kadin juga berperan terhadap permutakhiran dan peng-update-an SKKNI," kata Dasep.

Dasep melanjutkan, Kadin juga membantu menyusun pendanaan serta berkoordinasi dengan Kementerian dan lembaga agar terciptannya sinergi yang baik dan melibatkan seluruh stakeholder terkait. 

“Kadin juga membentuk tim koordinasi daerah serta di Kadin sendiri terbentuk badan vokasi Kadin dimana itu menjadi penting karena akan selalu berkoordinasi dengan daerah serta pusat,” kata Dasep. []