Bukan Jakarta, Ternyata Wilayah Jateng yang Berpotensi Tenggelam

Peta Jawa Tengah/lst
Peta Jawa Tengah/lst

Hasil riset lembaga kebencanaan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung IA-ITB menemukan fakta bahwa wilayah di Jawa Tengah yang berpotensi tenggelam, bukan DKI Jakarta.


Studi tersebut menemukan bahwa terdapat pelambatan laju penurunan tanah di Jakarta dampak dari adanya pembangunan tanggul raksasa yang mengelilingi Pantai Utara Jakarta atau Pantura.

“Justru lebih concern dengan potensi tenggelamnya wilayah Kota Pekalongan, Semarang dan wilayah Pesisir Demak,” kata Ketua Laboratorium Geodesi ITB Heri Andreas seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (1/8). 

Andreas mengatakan, yang terjadi saat ini justru laju penurunan tanah di wilayah tersebut lebih cepat dan besar dibandingkan Jakarta.

Dalam 10 tahun ke depan jika tidak ada upaya manajemen risiko yang baik, maka prediksi tenggelamnya wilayah-wilayah ini akan lebih pasti dibandingkan Jakarta.

Saat ini, sambung Andreas, terdapat 112 Kabupaten/Kota yang memiliki resiko untuk tenggelam. Kemungkinan ini dipastikan dari data-data pengukuran.

"Mudah-mudahan Pemerintah mulai concern akan hal ini. Lembaga Riset Kebencanaan IA-ITB juga memprioritaskan risetnya untuk wilayah-wilayah yang berpotensi tenggelam tersebut. Belumlah terlambat untuk mencegah tenggelamnya wilayah-wilayah ini termasuk Jakarta," demikian Andreas.

Ketua Umum IA-ITB Gembong Primadjaja menambahkan, para alumni ITB siap untuk berkontribusi membantu permasalahan yang berkaitan dengan issue manajemen kebencanaan di Indonesia melalui Badan Riset Kebencanaan IA-ITB ini.

Di masa mendatang, kata Gembong, diharapkan adanya ikatan kerjasama antara Lembaga ini dengan pihak pemerintah dan swasta untuk mendukung kelangsungan riset yang hasilnya dapat berguna untuk mensiapsiagakan masyarakat dalam menghadapi bencana di daerahnya masing-masing.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam pidato kenegaraannya menyinggung potensi Jakarta akan tenggelam, akibat dampak perubahan iklim, dengan naiknya permukaan air laut maka topografi pesisir Jakarta yang saat ini sebagian sudah di bawah permukaan laut.

Joy Biden mengatakan dalam 10 tahun kedepan kemungkinan tenggelam secara permanen itu bukan isapan jempol.

Data-data Global Positioning System (GPS), Interferometric Synthetic Aperture RADAR (InSAR) dan data LiDAR (Light Detection and Ranging) menunjukkan penurunan tanah di Jakarta dapat mencapai 10 sentimeter per tahun, sementara itu lebih dari 20 persen wilayah Jakarta sudah berada di bawah laut, sehingga memang rentan untuk tenggelam. []