BUMN Absen Formula E, PDIP Tak Heran Erick Thohir Diserang

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP Mufti Anam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Menteri BUMN Erick Thohir di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (7/6)/Ist
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP Mufti Anam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Menteri BUMN Erick Thohir di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (7/6)/Ist

Absennya keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan sponsorship dalam event Jakarta E-Prix 2022 atau Formula E, terus menuai kritik.


Kritik itu antara lain disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP Mufti Anam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Menteri BUMN Erick Thohir di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (6/6). 

Mufti Anam menyesalkan sikap Erick Thohir selaku pembantu presiden yang tidak peka terhadap sikap negara dalam acara Formula E. 

“Pak Menteri, berapa bulan sebelum Formula E dilaksanakan Pak Jokowi datang ke sana. Kalau Pak Jokowi datang kan kita sebagai Menteri, sebagai pembantu presiden, harusnya paham bahwa tujuan presiden ke sana memberikan sinyal kepada seluruh menterinya untuk bagaimana bisa membantu agar Formula E ini menjadi sukses, goalnya bisa menjadi kebanggaan bangsa kita,” tegas Mufti Anam. 

Mufti Anam merasa sedih ketika Ketua Panitia Pelaksana Formula E Ahmad Sahroni seperti diberikan harapan palsu oleh Kementerian BUMN hanya karena dijanjikan akan diberikan sponsorship untuk Formula E. 

“Katanya iya iya ternyata enggak ada tuh bantuan (sponsor),” tuturnya. 

Politikus PDIP ini juga berharap Erick Thohir bisa lebih peka terhadap kepentingan bangsa dan negara. Mengingat, ajang Formula E yang berjalan sukses itu merupakan event internasional, bukan event politik praktis jangka pendek untuk Pemilu 2024. Hanya karena event ini digagas oleh Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies Baswedan. 

Oleh karena itu, Mufti Anam tidak heran jika Erick Thohir banjir kritik di media sosial (medsos) lantaran BUMN absen di acara Formula E. 

“Pak Menteri, banyak orang mengatakan, 'oh tentu enggak dibantu, bukan panggungnya Pak Menteri' kan begitu. Ada juga yang bilang bahwa 'oh ini ya kalau acaranya Menteri jangankan sebulan, proposal satu menit sebelum acara Pak Menteri bisa BUMN itu support',” cetusnya. 

“Maka kemudian ada kata-kata di masyarakat yang bilang bahwa oh ini memang sengaja oleh Pak Menteri BUMN untuk BUMN tidak bantu Formula E karena ini kemudian Pak Anies Baswedan ini jadi kompetitor Pak Menteri,” imbuh Mufti Anam menegaskan. 

Namun begitu, Mufti Anam menegaskan bahwa kritikannya soal Formula E ini tidak dalam kapasitas memberikan dukungan terhadap Anies Baswedan yang digadang-gadang sebagai capres di 2024. 

“Saya bicara di sini bukan kapasitas saya mendukung Pak Anies Baswedan atau enggak, tidak. Tapi dalam rangka kepentingan bangsa dan negara. Kalau soal capres enggak pak menteri. Jelas partai kami punya calon Bu Puan Maharani,” tegasnya. 

“Sehingga kami bilang bahwa ini bukan soal mendukung atau tidak mendukung soal Anies Baswedan tapi soal kepentingan bangsa dan negara,” imbuhnya. 

Lebih lanjut, Mufti Anam berharap Erick Thohir lebih bijak ke depannya dalam mengelebatkan kebijakan yang berkaitan dengan BUMN baik itu sifatnya nasional maupun internasional. 

“Maka harapan kami Pak Menteri, sebagai publik figur, sebagai petugas negara, sebagai pembantu presiden harapan kami Pak Menteri bisa lebih bijak lagi dalam urusan ini,” tandasnya.[]