Buntut Tembok Roboh di MTsN 19, BPBD DKI Bakal Data Sekolah Berbatasan  dengan Sungai 

Tembok pembatas di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 roboh mengakibatkan tiga siswa MTsN 19 dilaporkan meninggal dan tiga dirawat di rumah sakit/Net
Tembok pembatas di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 roboh mengakibatkan tiga siswa MTsN 19 dilaporkan meninggal dan tiga dirawat di rumah sakit/Net

Tiga siswa MTsN 19 Pondok Labu meninggal dunia akibat tertimpa tembok roboh saat bermain di area taman yang berada di lingkungan sekolah pada Kamis sore (6/10). Sementara tiga siswa lainnya mengalami luka-luka. 


Dugaan kuat tembok roboh karena terkena derasnya arus air akibat hujan yang mengguyur ibu kota.

Menanggapi peristiwa itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta akan memonitor sekolah-sekolah yang berbatasan langsung dengan sungai. 

"Ke depan BPBD DKI akan melakukan monitoring terhadap bangunan-bangunan sekolah yang berbatasan dengan saluran penghubung maupun kali/sungai," kata Kepala BPBD DKI Jakata Isnada Adji kepada wartawan, Jumat (7/10). 

Setelah mendata sekolah tersebut, BPBD akan melakukan sosialisasi dan penyuluhan agar hal serupa tidak terulang kembali. 

"Ini akan dilakukan sebagai antisipasi untuk meminimalisir kejadian serupa terjadi di Jakarta," kata Isnawa. 

Sebelum kasus ini terjadi, Isnawa menyebut pihaknya telah melakukan pembinaan kepada 243 sekolah madrasah dengan program Sekolah Madrasah Aman Bencana. 

"BPBD DKI telah melakukan pembinaan kepada 243 sekolah/madrasah pada program Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB). Program ini diatur dalam Pergub No. 187 Tahun 2016 dan ke depan akan terus ditingkatkan, mengingat jumlah sekolah yang ada di Jakarta mencapai 5.500 unit dan 1.600 madrasah," kata Isnawa. []