Cegah DBD, Saat PSN Lahan Kosong Juga Dimonitoring

RMOL. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta Selatan, menjadi yang tertinggi di Jakarta. Bahkan, Kecamatan Jagakarsa adalah yang tertinggi dengan kasus sebanyak 59  untuk Januari hingga Maret ini.


Walikota Jakarta Selatan, Syamsuddin Noor mengatakan agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti, dirinya meminta kepada masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di setiap rumah.

"PSN adalah cara yang paling mudah dan murah tampa biaya hanya tinggal kemauan kita dan hanya butuh waktu 30 menit saja. Agar tidak memungkinkan munculnya jentik-jentik nyamuk aedes aegyti," katanya seperti dilansir laman resmi Pemkot Jakarta Selatan, Jumat (20/3).

Lebih lanjut, Syamsuddin mengatakan, dia juga sudah meminta kepada pihak kelurahan maupun kecamatan, unjtuk melakukan evaluasi secara rutin.

"Saya bilang ke lurah dan camat untuk bisa menekan kasus demam berdarah lebih kecil lagi, perlu dilakukan evaluasi lagi secara rutin bisa bulanan atau dua mingguan sekalian undang kader jumantik. Dimana terdapat kasus-kasus terjadi apa akar dan  masalah," paparnya.

Lebih jauh, ia juga meminta kepada semua pihak untuk memonitoring lahan kosong saat melakukan PSN, karena lahan kosong juga menjadi titik perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.

"Tadi juga dilaporkan ada kendala bagi jumantik untuk memasuki lahan kosong, ternyata tidak salah, setelah dimonitor bersama-sama terdapat banyak jentik-jentik nyamuk. PSN adalah upaya yang paling efektif untuk mencegah DBD," tandasnya. [prs]