Cegah Kembali Jatuhnya Korban Jiwa, DKI Siapkan Antisipasi Cuaca Ekstrem

Ahmad Riza Patria/Net
Ahmad Riza Patria/Net

Dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan sejumlah langkah antisipasi.


Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria alias Ariza mengatakan, langkah tersebut diantaranya melakukan naturalisasi, pembangunan sumur resapan dan peningkatan pompa air. 

"Satu tahun terakhir ini kami meningkatkan daya tampung air dengan gerebek lumpur termasuk pengerukan sedimentasi yang sudah tinggi menggunakan 257 ekskavator," ujar Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/2).

Pemprov DKI melalui dinas terkait juga  menyiagakan petugas lapangan selama 24 jam untuk menghadapi cuaca ekstrem pekan ini. 

"Kami juga ada program optimalisasi pengerukan dengan meningkatkan daya tampung air dan membuat sodetan dan juga olakan atau tempat sementara bersinggah air," kata Ariza.

Yang paling penting untuk menyikapi potensi hujan ekstrem, lanjut orang nomor dua di Jakarta ini adalah dengan mengoptimalkan daya tampung air dan mengutamakan keselamatan warga.

"Dua hari lalu ada lima korban jiwa. Satu lansia dan empat anak. Kami di jajaran dikerahkan untuk memastikan jangan sampai ada lagi korban jiwa," pungkasnya. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sendiri menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi akan terjadi pada tanggal 23 hingga 24 Februari 2021. 

Adapun puncak musim hujan di wilayah Jabodetabek diperkirakan masih berlangsung pada akhir Februari hingga awal Maret 2021. 

Selain hujan dengan intensitas tinggi, juga perlu diwaspadai peningkatan gelombang tinggi disejumlah perairan di wilayah Indonesia yaitu gelombang dengan ketinggian 2,5 - 4 meter (kategori tinggi). 

Disebutkan, musim hujan 2021 ini dipengaruhi dengan fenomena iklim global La Nina yang dapat meningkatkan curah hujan dan berlangsung setidaknya hingga Mei 2021. []