Cegah Polarisasi Pemilu 2024, Polisi Bentuk Satgas Nusantara

Ilustrasi/net
Ilustrasi/net

Pemerintah menyepakati pemungutan suara pemilu serentak akan digelar pada Rabu 14 Februari 2024.


Atmosfer pilpres yang sudah hangat di satu sisi positif bagi demokrasi. Tetapi disisi lain menjadi gelagat akan tajamnya kembali polarisasi jika tidak dikelola dengan baik terutama oleh para elite politik. 

Menyikapi hal ini, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyiapkan strategi dengan membentuk satuan tugas (satgas) Nusantara. 

"Polri sudah menyiapkan Satgas Nusantara, sebagai bentuk cooling system kemudian berkolaborasi juga melakukan kegiatan literasi, sosialisasi, dan pengingat apabila ada masyarakat atau kelompok tertentu yang menyebarkan, memviralkan konten-konten yang bersifat polarisasi, politik identitas, hoaks, akan kita ingatkan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (19/6). 

Kepada pihak-pihak yang sengaja melakukan propaganda saat pemilu akan dipanggil, lalu bila masih mengulangi maka Dedi menyebut polisi akan menindak secara hukum. 

"Apabila diingatkan, sekali dua kali masih melakukan tindakan yang sama, maka upaya penegakan hukum harus dilakukan. agar tidak terjadi lagi kegiatan seperti itu," kata Dedi. 

Nantinya, Satgas bakal digabungkan menjadi satu dengan Operasi Mantap Brata dalam rangka pengamanan Pemilu 2024. Operasi Mantap Brata sendiri akan dilaksanakan dalam waktu dekat. 

"Masih kami godok terus, berapa kekuatan, kemudian ancaman apa saja yang dimungkinkan akan terjadi, berapa sarpras yang digunakan ini semua masih digodok. Insha Allah dalam waktu dekat akan disampaikan," kata Dedi.[]