Darah Anies Itu Darah NKRI

Anies Baswedan/Ist
Anies Baswedan/Ist

UNTUK mengukur sebesar apa patriotisme anak bangsa kepada negaranya maka lihatlah apa yang sudah diperbuatnya untuk bangsanya. Rekam jejak menjadi ukuran paling akurat seseorang itu dinilai tingkat nasionalismenya.

Jika anda bilang aku NKRI, tidak boleh dipercaya sebelum dibuktikan. Anda akan ditanya tentang apa yang sudah anda buat untuk NKRI. 

Orang yang provokasi Papua, Maluku dan Aceh merdeka dipastikan anti NKRI. Seorang koruptor harus dipertanyakan juga ke-NKRI-annya. Menuduh orang lain anti NKRI, besoknya ditangkap KPK, Polisi atau Kejaksaan Agung karena korupsi, ini layak diragukan NKRI-nya. 

Apalagi kemudian lari dan jadi buronan hukum. Mengaku NKRI hanya untuk kepentingan politik dengan menyerang kelompok lain seolah anti NKRI, ini tindakan merusak NKRI. Beberapa tahun terakhir ini gerakan semacam ini muncul. Mereka adalah para perusak NKRI.

Narasi NKRI sempat dituduhkan kepada para relawan Anies Baswedan. Dua sasarannya, yaitu untuk menyerang kelompok oposisi dan men-down grade Anies. Walaupun strategi ini nampaknya tidak begitu efektif. 

Karena pertama, ini stigma dan rekayasa. Tidak original, juga tidak mrmiliki fakta. Kedua, Anies punya gen dan garis keturunan yang jelas. Kakek Anies, A.R. Baswedan adalah seorang pahlawan. Salah seorang anggota BPUPKI dan terlibat dalam menyusun blue print Indonsia sejak sebelum merdeka hingga pasca merdeka. Kakeknya pernah menjadi anggota kabinet Presiden Soekarno. Sedangkan ayah Anies adalah seorang wakil rektor UII di eranya. Ibu Anies seorang profesor yang mengajar di Universitas Negeri Yogyakarta.

Anies sendiri pernah menjadi Ketua BEM UGM, Rektor Paramadina, Mendikbud dan Gubernur DKI. Sebelumnya, Anies juga mendirikan LSM yaitu Indonesia Mengajar yang mengirim para pengajar ke pelosok-pelosok dan daerah terpencil di Indonesia.  Rekam jejak Anies dengan semua kontribusinya terhadap bangsa ini begitu jelas. Maka, kalau dibilang bahwa darah Anies itu darah NKRI, tidaklah berlebihan. 

Nenek moyang Anies telah ikut terlibat aktif memperjuangkan kemerdekaan, dan Anies sebagai cucu telah terlihat kesungguhannya ikut mengisi kemerdekaan  yang dulu diperjuangkan dan dicita-citakansalah satunya oleh moyangnya.

Bandingkan misalnya dengan Ahok atau mantan-mantan gubernur DKI yang lain, Anies termasuk salah satu gubernur DKI yang punya garis keturunan jelas dan tidak bisa dipisahkan dari spirit perjuangan bangsa ini.

Mereka yang menuduh Anies anti NKRI, justru tuduhan ini bisa berbalik. Masyarakat malah mempertanyakan apa yang sudah diperbuat oleh para penuduh itu untuk bangsa ini? Lalu bandingkan dengan apa yang sudah diperbuat Anies untuk bangsa ini. Ini akan bisa diukur dengan fair.

Berkaitan dengan spirit NKRI, Anies punya banyak penjelasan yang dapat membuka kembali memori tentang spirit perjuangan kakeknya dan rekam jejak Anies sendiri.

Dari sini kita perlu mendefinisikan NKRI itu, kemudian kriteria apa yang memiliki standar obyektif untuk menilai seseorang itu pro NKRI atau yang merusak NKRI.

Di penilaian terakhir kita bisa bertanya: lebih NKRI mana Anies dengan Anda? Lebih NKRI mana Anies dengan orang-orang yang selama ini aktif dan masif menuduhnya. Untuk menjawab pertanyaan ini butuh keterbukaan pikiran dan juga lejujuran.

Dari record histori Anies,,dia adalah nasionalis sejati. Darah yang mengalir di tubuhnya adalah darah NKRI. Darah  yang telah menggerakkan seluruh jiwanya untuk ambil bagian dalam kerja untuk bangsa dan negara. Inilah pengabdian sejati. Inilah negarawan yang sesungguhnya. []

Penulis adalah pemerhati sosial politik