Daripada Sidang Online, Habib Rizieq Pilih Terima Berapapun Vonisnya

Habib Rizieq Shihab/Net
Habib Rizieq Shihab/Net

Pengadilan Negeri Jakarta Timur menggelar sidang lanjutan kasus kerumunan dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab, Jumat (19/3). 


Mengingat masih pandemi Covid-19, sidang tersebut digelar secara online. Habib Rizieq hanya hadir melalui video conference dari ruangan khusus Bareskrim Polri. 

Penyelenggaraan sidang secara online itu disoal oleh Habib Rizieq. Ia bersikeras untuk hadir ke ruang sidang di PN Jakarta Timur. 

Meski sudah diberi pengertian oleh Majelis Hakim, Habib Rizieq tidak berubah pikiran. Ia tetap menolak sidang dilakukan secara online. 

Tak hanya itu, Habib Rizieq bahkan mempersilakan sidang itu dilanjutkan tanpa kehadiran dirinya dan pengacara. 

Eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu memilih untuk menunggu saja apapun vonis yang diputuskan oleh Majelis Hakim. 

"Silakan Majelis Hakim melanjutkan sidang ini bersama jaksa tanpa kehadiran saya dan pengacara. Saya tunggu vonisnya berapapun yang ditetapkan, saya rida," ujar Habib Rizieq sebagaimana disiarkan kanal Youtube Pengadilan Negeri Jakarta Timur. 

Habib Rizieq merasa, sidang yang digelar secara online tidak akan menghadirkan keadilan bagi dirinya. Sebaliknya, ia akan senang jika sidang dilakukan secara offline. 

Dalam perkara ini, Habib Rizieq didakwa melanggar Pasal 14 Ayat (1) subsider Pasal 14 Ayat (2) lebih subsider Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain itu, masih ada dua dakwaan lain yang dilimpahkan kepada Habib Rizieq. 

Yaitu Pasal 14 Ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, dan Pasal 216 Ayat 1 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. []