Datangi Sejumlah Apotek, Polisi dan Sudinkes Sosialisasi Obat yang Dilarang BPOM 

Polres Metro Jakarta Barat bersama Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat menempelkan stiker imbauan berisi nama obat-obat yang dilarang BPOM/Ist 
Polres Metro Jakarta Barat bersama Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat menempelkan stiker imbauan berisi nama obat-obat yang dilarang BPOM/Ist 

Polres Metro Jakarta Barat bersama Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat menempelkan stiker imbauan berisi nama obat-obat yang dilarang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 


Sosialisasi tersebut dilakukan di tiga titik apotek yang ada di Jakarta Barat, Rabu (26/10).  

"Kita melakukan imbauan juga edukasi terkait lima obat yang telah ditarik BPOM. Dari Polres Jakbar juga melakukan penempelan stiker imbauan di depan pintu apotek dan tempat-tempat yang mudah dilihat konsumen," kata Kanit Kriminal Khusus Polres Metro Jakarta Barat AKP Fahmi Fiandry. 

Kepala Seksi Sumberdaya Kesehatan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Hilda Royarind memastikan sejauh ini belum ditemukan adanya apotek yang menjual paracetamol sirup yang telah dilarang BPOM.

"Semuanya baik dalam menjalankan imbauan yang sudah disampaikan oleh Sudinkes berdasarkan peraturan Kemenkes yang berkaitan tentang tata laksana obat-obatan sirup dan lima obat yang ditarik BPOM," kata Hilda. 

Hilda juga memastikan saat ini obat sirup yang dilarang diperjualbelikan di toko obat maupun apotek di wilayah Jakarta Barat sudah ditarik.

"Sebaiknya gunakan obat dan bijak sesuai resep dokter. Kalau sudah sesuai, akan lebih aman untuk masyarakat yang membutuhkan atau perlu mendapatkan obat," kata Hilda. []