Demokrat Bantah Ada Organisasi Sayap Dukung KLB

Partai Demokrat/RMOL
Partai Demokrat/RMOL

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat membantah isu yang menyebut ada organisasi sayap yang mendukung diselenggarakannya Kongres Luar Biasa (KLB). 


Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan, organisasi sayap dalam AD/ART Demokrat tidak memiliki hak meminta atau mengusulkan KLB. 

"Salah besar. Berorganisasi itu ada aturan mainnya, dibaca, dipahami dulu, baru ngomong. Malu kita bawa-bawa nama besar Demokrat, tapi malah Asbun (asal bunyi), tidak paham aturan," katanya dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (26/2). 

Selain itu, Herzaky juga menanggapi kesesatan isu yang minta kepemimpinan AHY diganti karena tidak mampu mendongkrak elektabilitas Partai Demokrat.

Menurutnya, itu hanyalah halusinasi semata alias tidak sesuai dengan realitas.  

"Itu lebih halu lagi," kata Herzaky.

"Sejak AHY memimpin Partai Demokrat di Maret 2020, dengan kerja-kerja nyatanya bersama para pengurus di berbagai tingkatan dan kader di seluruh Indonesia, elektabilitas Partai Demokrat meningkat drastis sejak akhir tahun 2020 sampai dengan akhir-akhir ini," imbuhnya menegaskan.

Bahkan, sambung Herzaky, Kepala KSP Moeldoko sendiri menyatakan bahwa pihaknya sudah tidak mau lagi berkomentar ihwal isu 'kudeta' kepemimpinan Partai Demokrat.

"Cukup cek saja survei terbaru, berapa elektabilitas beliau. Kalau elektabilitasnya 0 persen, bagaimana mau mengangkat elektabilitas partainya, kalau dirinya sendiri saja tidak mampu?" cetusnya.

"Apalagi ini bawa-bawa Mas Ibas. Jahat sekali ini mau mencoba mengadu domba Mas Ibas dan Mas AHY. Lagu lama yang tidak laku dan terus dimainkan," imbuh Herzaky.

Lebih jauh daripada itu, Herzaky menyebut isu-isu KLB Partai Demokrat hingga mencatut nama sejumlah tokoh dan petinggi Partai Demokrat adalah fitnah yang keji.

Bagi dia, Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) memang orientasinya hanya merusak Partai Demokrat.

"Fitnah keji seperti ini kembali menunjukkan, kalau Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat, tidak pernah punya niat baik untuk membangun kebesaran Partai Demokrat. Kerjanya malah menabur berita hoax, fitnah, menghasut, adu domba, dan menyebar kebencian saja," tuturnya.

"Mari menjadi kader Partai Demokrat, organisasi sayap Partai Demokrat, yang berintegritas. Bicara berdasarkan data dan fakta. Fokus pada kerja-kerja nyata membantu rakyat yang sedang kesulitan karena pandemi dan bencana," demikian Herzaky. []