Demokrat Protes Keras Unggahan Facebook Wamendes: Jangan Fitnah Kami

Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra/Ist
Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra/Ist

Unggahan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi di akun Facebook-nya mengundang protes keras petinggi Partai Demokrat.


Unggahan Budi Arie Setiadi itu berupa gambar karikatur lima jari dengan tulisan Demokrat secara terpisah, dan di setiap ujung jari ada gambar orang, serta bagian atas bertuliskan Pakai Tangan Adik-Adik Mahasiswa Lagi Untuk Kepentingan Syahwat Berkuasanya #BONGKARBIANGRUSUH.

Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan, tuduhan tersebut keji dan tidak berdasar.

Herzaky mempertanyakan kesungguhan Wamendes membantu Presiden menangani pandemi Covid-19. 

Karena saat situasi negara sedang genting dan darurat dengan semakin banyaknya nyawa anak bangsa bergelimpangan karena kehabisan oksigen, kehabisan obat, kehabisan kamar perawatan di rumah sakit, maupun tidak mendapatkan penanganan layak selama isolasi mandiri, Wamendes malah sibuk menebar fitnah.

"Budi Arie Setiadi harusnya bisa memfokuskan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk membantu memastikan penanganan Covid-19 di desa, daerah tertinggal, dan daerah Transmigrasi," saran Herzaky.

Herzaky berpandangan unggahan Budi Arie Setiadi telah berusaha memfitnah Partai Demokrat sebagai biang rusuh dan menggunakan tangan adik-adik mahasiswa untuk kepentingan syahwat berkuasa.

Herzaky pun mempertanyakan, mengapa di tengah semakin memburuknya situasi Indonesia karena pandemi Covid-19, fitnah dan hoaks  kepada Partai Demokrat justru semakin banyak dilancarkan pendukung pemerintah, termasuk para pendengung.

Partai Demokrat sendiri saat ini sedang fokus membantu rakyat yang sedang kesulitan karena pandemi Covid-19. Antara lain membantu penyediaan oksigen, obat-obatan, maupun pengantaran ke rumah sakit menggunakan ambulans yang dimiliki oleh kader Partai Demokrat. 

"Sementara yang isolasi mandiri, bisa mendapatkan bantuan obat dan kebutuhan harian secukupnya," demikian Herzaky. []