Di Depan Jokowi, Sopir Kontainer Keluhkan Pungli

Agung bekas sopir truk kontainer Terminal Peti KemasTanjung Priok/Ist
Agung bekas sopir truk kontainer Terminal Peti KemasTanjung Priok/Ist

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendengar langsung keluhan dari para sopir kontainer mengenai aksi premanisme dan pungli saat berdialog di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (10/6).


Menurut Jokowi, seharusnya para sopir kontainer bisa merasa nyaman saat bekerja, terutama di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19.

Demikian dikutip redaksi dari channel YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (10/6). 

Keluhan soal pungli disampaikan Agung, bekas sopir truk Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Agung juga mengeluh sudah satu tahun menganggur lantaran tidak beroperasinya angkutan barang sejak dihantam pandemi Covid-19.

"Saya jadi korban begitu kebijakan lockdown yang pertama, tranportasi tidak dijalankan untuk bus, kemudian kereta, pesawat tidak ada," kata Agung kepada Presiden.

Saat situasi tidak menentu, Agung memilih pulang ke kampung halaman. Namun saat kembali ke Jakarta Ia tidak bisa kembali bekerja.

"Begitu saya balik lagi, kendaraan yang saya bawa sudah dibawa orang lain dan sampai sekarang saya belum bekerja. Saat ini saya sedang mencari pekerjaan," keluh Agung.

Hal senada disampaikan seorang supir bernama Abdul Hakim Sitompul atau biasa dipanggil Hakim

"Minta imbalan lah. Kalau enggak dikasih diperlambat di Fortune, Dwipa, hampir semua depo rata-rata," kata Hakim.

Jokowi pun langsung bertanya kepada Hakim.

"Punglinya siapa yang pungli?," tanya Jokowi.

"Dari karyawannya," jawab Hakim.

Mendengar jawaban Hakim, Jokowi langsung menganggukkan-anggukan kepalanya.

Tak lama kemudian Jokowi langsung menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar menyelesaikan masalah pungutan liar yang terjadi di Terminal Peti KemasTanjung Priok. []