Di Depan Majelis Hakim, John Kei Memohon Dibebaskan

John Kei/Net
John Kei/Net

Terdakwa John Refra alias John Kei memohon kepada majelis hakim agar dibebaskan dari penjara.


Hal ini dikatakan John dalam sidang lanjutan kasus penganiayaan yang berakhir pembunuhan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis kemarin (6/5).

"Saya mohon kepada yang mulia dan JPU, saya dibebaskan karena saya tidak tahu masalah ini," pinta John.

"Saya hanya kasih surat kuasa, saya mohon untuk dibebaskan yang mulia, terimakasih," sambung John.

Senada dengan John, kuasa hukumnya, Anton Sudanto juga meminta kliennya untuk dibebaskan.

"Saksi kami sebagai saksi mahkota memang tidak dapat menunjukkan bahwa ada perintah dari Bung John untuk bunuh Bung Nus atau siapapun itu," kata Anton.

"Intinya Bung John enggak ada perintah untuk rusak Green Lake atau Duri Kosambi. Beliau minta bebas karena merasa hanya berikan kuasa untuk menagih sebagai klien kok bisa kena," sambungnya.

Sidang lanjutan dengan agenda bacaan tuntutan akan digelar pada 11 Mei 2021 mendatang.

Kasus ini bermula saat penyerangan terjadi di wilayah Green Lake Cipondoh, dan Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu, 21 Juni 2020.

Saat itu kelompok Nus Kei menjadi korban pembancokan. ER meninggal dunia dan AR mengalami putus jari lantaran dibacok di bagian tangan.

Tak selang berapa lama, kelompok John Kei ditangkap oleh pihak kepolisian di Jalan Tytyan Indah Utama X, Bekasi, Jawa Barat, pada malam harinya.

John Kei didakwa pasal pembunuhan berencana, yakni pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana penjara 20 tahun.

Selain itu, John juga dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, 351 KUHP tentang penganiayaan, pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia, dan pasal 2 ayat 1 UU darurat RI tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam.[]