Di Depan Sopir Kontainer Tanjung Priok, Jokowi Minta Kapolri Bereskan Pungli

Tangkap layar Presiden Jokowi menelepon Kapolri/Repro
Tangkap layar Presiden Jokowi menelepon Kapolri/Repro

Persoalan pungutan liar (pungli) dan premanisme yang menimpa para sopir kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menjadi salah satu pembahasan saat Presiden Joko Widodo mengunjungi pelabuhan tersibuk di Indonesia itu. 


Saat berbincang dengan para sopir, Presiden mendengarkan keluhan soal pungli yang manimpa mereka. Presiden lantas menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menyelesaikan persoalan itu. 

Percakapan dalam telepon dikutip redaksi dari channel YouTube Sekretariat Presiden dengan judul Presiden Dialog Presiden RI Joko Widodo dengan pengemudi truk kontainer di Tanjung Priok, Jakarta Utara yang disiarkan pada Kamis (10/6).

"Pak Kapolri selamat pagi," sapa Jokowi melalui sambungan telepon.

"Pagi, Bapak Presiden," jawab Listyo.

Tanpa basa-basi, Jokowi langsung meminta Kapolri membereskan persoalan pungli.

"Ini saya di Tanjung Priok ada banyak keluhan dari para sopir kontainer berkaitan dengan pungli di Fortune, di NPCT One, kemudian Depo Dwipa. Kedua pas macet itu banyak sopir yang dipalak-palak oleh preman, keluhan ini tolong bisa  diselesaikan," pinja Jokowi.

Listyo pun menyanggupi. "Siap laksanakan, Bapak," tegas jenderal polisi bintang empat itu. 

Percapakan itu disaksikan langsung oleh para sopir kontainer yang hadir. Kebanyakan dari mereka mengeluhkan banyaknya praktik pungutan liar di New Priok Container Terminal One (NPCT 1) TerminalFortune, di NPCT One, dan di Depo Dwipa. []