Diduga Korupsi Setengah Miliar, Polisi Tangkap Mantan Kepala Desa di Serang

Polres Serang menangkap oknum mantan kepala desa yang diduga melakukan korupsi/Ist
Polres Serang menangkap oknum mantan kepala desa yang diduga melakukan korupsi/Ist

Satreskrim Polres Serang menciduk KJN (54) yang merupakan mantan Kepala Desa (Kades) di Desa Kamaruton, Lebak Wangi, Kabupaten Serang, karena melakukan dugaan tindak pidana korupsi.


"Dimana KJN merupakan mantan Kepala Desa di Desa Kamaruton, Kecamatan Lebak Wangi yang menjabat sejak 2015 hingga 2021, pelaku menyalahgunakan jabatannya dengan melakukan korupsi dana desa pada 2018 hingga 2020," kata Kapolres Serang AKBP Yudha Satria dalam keterangan tertulis, Selasa (12/4). 

Semasa KJN menjabat Kepala Desa Kamaruton, ia menerima anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada 2018 hingga 2020 dengan total Rp. 2.123.497.800. 

Namun, saat pelaksanaan kegiatan pembangunan fisik, KJN mengendalikan semua kegiatan dan pengelolaan keuangan Desa yang tidak sesuai dengan aturan. 

"Akibat perbuatannya tersebut berdasarkan hasil audit terdapat kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 546.264.472, dimana uang tersebut digunakan oleh KJN untuk kepentingan pribadinya," kata Yudha Satria. 

Selanjutnya, Kasat Reskrim Polres Serang AKP Dedi Mirza mengungkapkan bahwa pelaku telah diamankan di Polres Serang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

"Kami bersama tim, telah mengamankan pelaku tindak pidana korupsi dana desa dirumahnya pada (27/3) yang bertempat di Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang," ucap Dedi. 

Atas perbuatannya, KJN dijerat Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) Undang - Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman Hukuman yaitu : Pasal 2 ayat (1) dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00.[]