Dinas Parekraf Rekomendasikan PTSP Cabut Izin Hamilton Spa & Massage Permanen

Hamilton Spa & Massage yang berada di Ruko Grand Wijaya Blok H24 dan H25, Kelurahan Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan/Net 
Hamilton Spa & Massage yang berada di Ruko Grand Wijaya Blok H24 dan H25, Kelurahan Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan/Net 

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta bersama Satpol PP DKI Jakarta mengusulkan untuk menutup secara permanen Hamilton Spa & Massage yang berada di Ruko Grand Wijaya Blok H24 dan H25, Kelurahan Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 


Keputusan itu berdasar pada Surat Keputusan Nomor e-0471/PW.01.02 pada Selasa 21 Juni 2022. 

"Sesuai dengan Pasal 55 ayat 2 Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 18 Tahun  2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata diminta kepada saudara untuk melakukan pencabutan TDUP," demikian isi surat tersebut. 

Sementara itu, redaksi juga menerima surat dari Unit Pengelola Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kecamatan Kebayoran baru yang menyebut bahwa usulan penutupan permanen Hamilton Spa & Massage sudah ada 

Dalam surat E-0445/TM 21.59 yang ditandatangi oleh Kepala Unit Pengelola Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kecamatan Kebayoran baru, Sutomo mengatakan, Hamilton Spa & Massage menyalahi aturan operasional. 

"Pencabutan TDUP, sehubungan yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran operasional," tulis putusan dalam surat tersebut. 

Namun, redaksi masih mencoba untuk mengonfirmasi soal surat keputusan yang beredar ke dinas terkait. 

Tapi, hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban soal hal tersebut. 

Seperti diketahui sebelumnya, poster 'Bungkus Night Vol 2' ramai beredar dan menuai pro kontra di media sosial. 

Unggahan tersebut bertuliskan "Beyond Your Wildest Sexpetation. Spesial offer Rp 250 K Bungkus Include room, dateng dan bungkus mana aja lo suka !," tulis poster tersebur. 

Adapun acara rencananya diselenggarakan di Ruko Spa & Massage di kawasan Grand Wijaya, Jakarta Selatan pada 24 Juni 2022 pukul 19.00 WIB. 

Sebelumnya, polisi telah menetapkan 5 orang tersangka terkait kasus tersebut. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi dua alat bukti yang cukup.

Selain itu menurut Budhi, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti terkait penyelidikan kasus Bungkus Night tersebut. 

Budhi mengungkapkan, salah satu barang bukti telepon genggam milik kelima tersangka.

"Jadi semua sudah kami sita dan di dalam handphone tersebut diduga memang berasal berbau ajakan pornografi," kata Budhi.

Polisi menjerat lima tersangka dalam kasus Bungkus Night Vol 2 dengan Undang-undang No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 27 dan 45.

Kelima orang yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka adalah mereka yang merancang, mempromosikan, dan mengunggah materi promosi kegiatan bernuansa sensual tersebut. []