Dinas Perumahan Klaim Keputusan Usir Keluarga AM Sesuai Aturan

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Sarjoko/Net
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Sarjoko/Net

Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) DKI Jakarta membenarkan adanya informasi penghuni Rusunawa Jatinegara Barat, Jakarta Timur berinisial AM (51) yang terancam diusir dari huniannya oleh pihak pengelola. 


Pengusiran tersebut merupakan buntut dari kasus putri AM berinisial MA (19) yang tersangkut kasus pidana karena membuang anak perempuan yang baru dilahirkannya, di Sungai Ciliwung beberapa waktu lalu.

Kepala DPRKP DKI Jakarta Sarjoko mengatakan, keputusan yang dikeluarkan oleh pihak pengelola sudah benar. Kebijakan memutus sewa secara sepihak itu mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 111 tahun 2014 tentang Mekanisme Penghunian Rumah Susun Sederhana Sewa.

“Mohon maaf, pengelola rusun harus melakukan tugasnya agar warga rusun tertib, aman dan nyaman sebagai hunian bersama,” ujar Sarjoko kepada wartawan, Jumat (1/7).

Sarjoko mengatakan, jika pengelola rusun tidak konsisten menjalankan ketentuan dalam Pergub tersebut karena adanya pelanggaran dan gangguan ketertiban, justru pengelola akan dibenturkan dengan warga lain. Caranya penghuni rusunwa yang lain akan menuntut perlakuan yang sama.

“Ya inilah dinamika dalam melaksanakan tugas, selalu terjadi perbedaan cara menyikapi atas suatu permasalahan. Di dalam Pergub Nomor 111 tahun 2014, juga diatur larangan dan sanksi,” kata Sarjoko.

Seperti diketahui, Wakil Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Adi Kurniadi menyesalkan, tindakan Kepala UPT Rusun yang melayangkan surat kepada AM soal pemutusan hak sewa. Adi menganggap, sikap Kepala UPT Rusun terkesan arogan karena tidak mengedepankan sisi kemanusiaan.

“Saya minta kepada Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman DKI Jakarta Sarjoko untuk menindak tegas oknum UPT yang menerbitkan surat dan mengatasnamakan arahan Kepala Dinas,” kata Adi, Jumat (1/7).

Adi berjanji akan terus mendampingi AM berserta keluarganya akan tetap bisa tinggal di rusunawa tersebut. Selain itu, Adi juga memberi uang tunai Rp 1 juta kepada AM untuk membeli susu cucunya.

“Saya akan dampingi terus keluarga ini agar tidak terusir dari rusun, karena perlu diketahui Pak AM dan anaknya yang lain tidak bersalah, tapi kenapa diperlakukan tidak adil? Bahkan warga rusun juga kasihan kalau AM harus pindah dari situ," demikian Adi. []