Dinilai Arogan, Lemkapi Minta Polisi Proses Kasus Wakil Ketua DPRD Kota Depok

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan/Net
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan/Net

Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri kepada sopir truk bernama Ahmad Misbah berbuntut panjang. Misbah akhirnya melaporkan kejadian itu kepada polisi.


Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan meminta aparat Polres Depok menindaklanjuti kasus penganiayaan yang dilakukan Tajudin Tabri terhadap sopir truk.

"Tindakan oknum anggota DPRD yang main hakim sendiri itu tidak bisa diterima masyarakat. Seharusnya dia menjadi contoh dan memberikan perlindungan kepada rakyat, bukan  malah menganiaya masyarakat," kata Edi melalui keterangan tertulisnya, Senin (26/9).

Anggota Kompolnas periode 2012-2016 ini menilai kasus yang menjerat wakil rakyat asal Kota Depok itu sepatutnya menjadi pembelajaran kepada para pejabat agar jangan sekali-kali main hakim sendiri. 

Edi mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara hukum dimana semua warga negara tanpa terkecuali tunduk pada hukum.

"Jangan arogan walaupun dia pejabat dimanapun," demikian Edi.

Sebelumnya sempat beredar di media sosial Wakil Ketua DPRD Depok Tajudin Tabri terkait sikapnya yang meghukum sopir truk push up dan berguling-guling di aspal.

Tak terima diperlakukan seperti itu, Ahmad Misbah lalu melaporkan dugaan kasus penganiayaan terhadapnya oleh Wakil Ketua DPRD Depok, Tajudin Tabri tersebut.

Korban pun sudah melaporkan dugaan kasus penganiayaan ke Polres Depok dengan nomor laporan LP/B/2267/IX/2022/SPKT/Polres Metro Depok/ Polda Metro Jaya pada Jumat, (23/9/2022).

"Iya kami sudah melakukan laporan polisi soal dugaan penganiayaan, sudah ada bukti visumnya. Dia kan sudah mempermalukan saya, sudah menginjak-nginjak harga diri saya," kata Misbah kepada wartawan, Sabtu (24/9).

Menurutnya, saat kejadian dia tengah berada di bak truknya untuk mengurangi muatan batu. Namun tiba-tiba, Tajudin datang dan langsung marah-marah hingga dirinya turun dari truk. Setelah turun, anggota dewan itu langsung menampar pipi kiri dan disuruh push up, diinjak, dan disuruh berguling-guling di jalanan.

"Habis itu ngalihin pembicaraan terus pergi. Saya di situ dipermalukan di depan banyak orang, itu sekitar 20 menitan saya dimaki-maki dahulu. Ketemuan semua di kantor Krukut dia minta maaf, cuman kalau soal memaafkan minta maaf semua orang bisa melakukannya. Tapi harga diri ini," pungkas Misbah.[]