Dipimpin Komarudin, Indonesia Pertama Kali Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Tinju Amatir Dunia

Pembina Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) Muara Karta bersama Ketua Umum PB Pertina, Mayjen TNI Purn Komarudin Simanjuntak/Ist
Pembina Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) Muara Karta bersama Ketua Umum PB Pertina, Mayjen TNI Purn Komarudin Simanjuntak/Ist

Di bawah komando Ketua Umum PB Pertina, Mayjen TNI Purn Komarudin Simanjuntak, tinju amatir Indonesia mulai berbicara di tingkat dunia. 


Selain mengukir banyak prestasi, untuk pertama kalinya Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah Kejuaraan Tinju Amatir Dunia tahun 2022. 

Penunjukan Indonesia sebagai penyelenggara Kejuaraan Tinju Amatir Dunia tahun 2022 itu setelah memenangkan bidding yang berlangsung di Istanbul, Turki beberapa waktu lalu.

Pembina Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) Muara Karta mengapresiasi dipercayanya Indonesia sebagai penyelenggara Kejuaraan Tinju Amatir Dunia tahun 2022.

"Diharapkan Kejuaraan Tinju Amatir Dunia tahun 2022 makin menambah harum Indonesia di kancah internasional," kata Karta dalam keterangannya, Sabtu (14/5).

Penyelenggaraan Kejuaraan Tinju Amatir Dunia tersebut juga diharapkan meningkatkan animo anak-anak muda Indonesia untuk menggeluti olahraga tinju yang berujung dengan prestasi tingkat dunia.

"Indonesia sebenarnya menyimpan bibit-bibit unggul tinju namun belum tergali, dengan kepemimpinan Pak Komarudin semoga lahir nama-nama petinju amatir yang membanggakan," demikian Karta.

Diketahui, Komarudin Simanjuntak ikut menghadiri bidding di Istanbul tersebut. Dalam bidding tersebut diikuti oleh 37 negara.

Boy Pohan, satu-satunya wasit tinju Indonesia berlisensi IBA menyebutkan bahwa terpilihnya Indonesia sebagai penyelenggara Kejuaraan Tinju Amatir Dunia 2022 adalah sejarah. 

“Selama Republik Indonesia berdiri baru pertama kali Indonesia ditunjuk sebagai penyelengara. Kepercayaan dunia Internasional kepada Indonesia dibuktikan dengan Indonesia mengalahkan 37 negara lainya yang ikut bidding,” kata Boy Pohan.

Bagi Pertina ini merupakan kehormatan sekaligus tantangan untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia mampu menjadi penyelenggara event tinju kelas dunia dengan sukses baik sebagai penyelenggara maupun dalam pencapaian prestasi. []